COVID-19 BELUM BERAKHIR, Virusnya Menyebar dari Orang ke Orang

COVID-19 BELUM BERAKHIR, Virusnya Menyebar dari Orang ke Orang

Covid-19 belum berakhir. Virus penyebab covid-19 menyebar dari orang ke orang melalui droplet pernapasan penderitanya.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, Covid-19 belum berakhir. Penyakit yang telah menyebabkan jutaan orang meninggal ini, kembali bergejolak. Virusnya menyebar dari orang ke orang.

Lebih dari tiga tahun sejak pandemi Covid-19 dimulai, akhirnya WHO (5/5/2023) menyatakan berakhirnya COVID-19 sebagai keadaan darurat kesehatan global.

Namun, munculnya Covid varian baru menjelang akhir 2023 menyebabkan jumlah kasus positif Covid kembali meningkat di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Hingga 17 Desember 2023, lebih dari 772 juta kasus terkonfirmasi dan hampir tujuh juta kematian telah dilaporkan secara global. (WHO, 22/12/2023).

Tahun ini, Covid-19 merebak lagi. Hari-hari belakangan ramai pemberitaan tentang melonjaknya kembali kasus Covid-19 di beberapa negara Asia, seperti Singapura, Hong Kong, dan Thailand.

Covid-19 belum berakhir.

 

Virus Penyebab Covid-19 Menyebar dari Orang ke Orang Lewat Droplet Pernapasan

Covid-19 adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2, sejenis virus korona.

Virus ini menyebar terutama dari orang ke orang, bahkan dari orang yang terlihat sehat dan tidak menunjukkan gejala apa pun.

Virus paling sering menyebar melalui droplet (tetesan/percikan cairan kecil) pernapasan penderitanya.

Saat seseorang yang terinfeksi Covid-19 batuk, bersin, bernapas, bernyanyi, atau berbicara, napasnya bisa membawa virus.

Virus yang keluar lewat napas orang yang terinfeksi dapat langsung mengenai wajah orang lain yang berada di dekatnya, misalnya saat bersin atau batuk.

Tetesan kecil dari napas itu juga bisa terhirup oleh orang lain, terutama jika berada dalam jarak dekat atau di tempat dengan sirkulasi udara yang buruk.

Selain itu, seseorang juga bisa tertular jika menyentuh permukaan yang terkena percikan napas orang yang terinfeksi, lalu menyentuh wajahnya dengan tangan yang sudah terkena virus.

 

Dengan demikian, kita berisiko terkena Covid-19 jika:

  • Tinggal serumah dengan orang yang terinfeksi Covid-19.
  • Berada di ruangan tertutup yang ramai (banyak orang) dengan sirkulasi udara yang buruk ketika virus penyebab Covid-19 sedang menyebar.
  • Melakukan kontak dekat (misalnya, duduk berdampingan atau berbicara langsung) dengan orang yang terinfeksi Covid-19—semakin lama berkontak semakin berisiko.
  • Tidak segera membersihkan tangan (mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer) setelah menyentuh benda/permukaan yang terkontaminasi virus penyebab Covid-19.

 

Sahabat Lansia, mendapatkan vaksin Covid adalah cara terbaik untuk mengurangi risiko tertular virus penyebab penyakit ini. Jikapun sampai terkena, vaksinasi mengurangi risiko keparahan penyakit.

Selain itu… masih ingatkah dengan Prokes (protokol kesehatan) 5M? Ditambah dengan penerapan PHBS (pola hidup bersih dan sehat), yuk kita cegah penyebaran Covid-19!

  1. Mencuci tangan menggunakan sabun.
  2. Menjaga jarak.
  3. Mengenakan masker.
  4. Mengurangi mobilitas.
  5. Menghindari kerumunan.
  6. Makan makanan yang bergizi, seperti buah dan sayur.
  7. Beraktivitas fisik minimal 30 menit dalam sehari.

 

( Covid-19 Belum Berakhir: Apa yang Harus Dilakukan agar Lansia Tetap Aman? )

 

Sumber:
Cleveland Clinic (28/2/2025) |
Mayo Clinic (20/9/2024) |

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.