MAKANAN PENCEGAH DEMENSIA ala DIET MIND

MAKANAN PENCEGAH DEMENSIA ala DIET MIND

Diet MIND menggabungkan pola makan Mediterranean dan DASH untuk menjaga kesehatan otak serta menurunkan risiko demensia dan Alzheimer. Simak makanan apa saja yang dianjurkan.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, seiring bertambahnya usia, menjaga kesehatan otak sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh. Pola makan dapat membantu dan salah satu rekomendasi terbaik jatuh pada diet MIND.

Diet MIND (Mediterranean-DASH Diet Intervention for Neurodegenerative Delay) merupakan gabungan dari dua pola makan yang sudah terkenal akan manfaat kesehatannya—Mediterranean dan DASH. Tujuannya untuk mencegah atau memperlambat penurunan fungsi otak.

Studi awal menunjukkan, diet ini dapat menurunkan risiko Alzheimer hingga 53% pada orang yang mengikutinya dengan ketat. Pada mereka yang menjalankannya lebih longgar, risikonya turun hingga 35%.

Awalnya, diet ini ditujukan bagi lansia yang sehat. Namun sejak 2018, cakupannya diperluas untuk juga diterapkan pada lansia 80 ke atas yang pernah mengalami stroke.

Berikut ini kelompok makanan cegah demensia yang dianjurkan dalam Diet MIND untuk menjaga kesehatan otak.

 

PROTEIN: MENYEHATKAN OTAK & TUBUH

Diet MIND menganjurakan konsumsi kacang-kacangan setiap dua hari sekali, daging unggas dua kali seminggu, dan ikan sekali seminggu.

Sebagai variasi, bisa membuat chili dari kacang dan daging kalkun yang dapat dikonsumsi selama beberapa hari.

Makanan ini kaya protein dan rendah lemak jenuh. Manfaatnya tidak hanya untuk kesehatan otak, tetapi juga untuk tubuh secara keseluruhan.

 

SAYURAN DAN BIJI-BIJIAN

Setiap hari kita perlu mengonsumsi satu porsi salad, satu jenis sayuran lainnya, dan tiga porsi biji-bijian utuh. Semua jenis sayuran bisa dipilih, tetapi collard greens, kale, dan bayam sangat dianjurkan.

Penelitian tentang hubungan biji-bijian dan fungsi otak masih terbatas. Sebagian dasar ilmiah dari diet MIND mungkin terletak pada bagaimana makanan-makanan tersebut bekerja bersama. Para peneliti masih terus mencari tahu mengapa pola makan ini bisa sangat efektif.

 

CAMILAN: BUAH BERI MENJAGA KINERJA OTAK

Kacang-kacangan dan buah beri adalah camilan yang ideal. Keduanya dikaitkan dengan kesehatan otak yang lebih baik.

Secara khusus, bluberi dan stroberi dapat membantu menjaga kinerja otak tetap optimal. Buah-buahan ini juga mungkin memperlambat gejala yang berhubungan dengan Alzheimer.

 

MINYAK ZAITUN: MELINDUNGI DARI DEMENSIA

Minyak zaitun lezat untuk dinikmati bersama roti, salad, pasta, sayuran hijau yang dimasak, dan berbagai hidangan lainnya.

Selain itu, minyak ini terbukti dapat meningkatkan fungsi otak dalam jangka panjang serta melindungi dari demensia.

 

ANGGUR: SEHAT DALAM TAKARAN TEPAT

Menyenangkan sekali, ada pola makan yang bahkan memasukkan anggur sebagai salah satu kelompok makanan.

Beberapa penelitian menunjukkan, anggur dapat meningkatkan kesehatan otak dan membantu melindungi dari Alzheimer. Namun, kuncinya ada pada jumlah yang moderat.

Umumnya, satu gelas per hari untuk wanita dan dua gelas untuk pria. Lebih dari itu justru bisa berdampak buruk pada kesehatan otak dan meningkatkan risiko demensia.

 

KELOMPOK MAKANAN YANG TIDAK SEHAT

Diet MIND secara khusus membatasi konsumsi:

  • daging merah,
  • mentega dan margarin,
  • keju,
  • kue-kue manis, serta
  • makanan gorengan atau cepat saji.

Anjurannya:

  • kurang dari 4 porsi daging merah per minggu,
  • kurang dari 1 sendok makan mentega per hari,
  • kurang dari 1 porsi per minggu untuk keju penuh lemak, makanan gorengan, dan makanan cepat saji.

 

Sahabat Lansia, diet MIND memberi gambaran jelas tentang bagaimana pilihan makanan sehari-hari dapat memengaruhi kesehatan otak.

Dengan mengutamakan makanan sehat otak dan membatasi yang tidak sehat, kita bisa menjaga ingatan tetap tajam serta menurunkan risiko demensia

Melalui pilihan bijak di meja makan, otak bisa tetap sehat dan ingatan lebih terjaga hingga usia lanjut. (*)

 

Sumber:
WebMD (24/6/2025)

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.