Fenomena bediding sedang berlangsung. Bagi lansia, suhu dingin bukan sekadar membuat tak nyaman, tetapi bisa memicu risiko kesehatan. Pelajari tips praktis untuk melindungi diri dan lansia terkasih selama fenomena bediding.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, tidak ada suhu pasti yang menandakan bahwa kita sudah berada di zona bahaya. Namun, jika tubuh mulai merasa sangat dingin, inilah saatnya waspada.
TIPS MELINDUNGI LANSIA DARI BAHAYA CUACA DINGIN
Berikut ini langkah-langkah sederhana tapi penting untuk mencegah bahaya kesehatan akibat bediding:
- Jaga suhu ruangan tetap hangat, idealnya di atas 20°C.
- Hindari berada di luar rumah pada dini hari atau pagi sangat dingin.
- Kenakan pakaian hangat berlapis, termasuk topi, syal, dan sarung tangan.
- Kenakan kaus kaki dan sepatu atau sandal anti-selip untuk mengurangi risiko jatuh.
- Gunakan pegangan tangan untuk membantu menghindari terpeleset di tangga dan jalan setapak yang licin.
- Ganti segera pakaian yang lembap agar tubuh tidak kehilangan panas.
- Saat tidur, gunakan selimut tambahan. Kenakan pakaian dalam panjang di balik piyama dan pertimbangkan untuk mengenakan penutup kepala.
- Pastikan tubuh tetap terhidrasi meski cuaca dingin tidak merasa haus, karena dehidrasi mempercepat kehilangan panas.
- Hindari atau batasi konsumsi alkohol karena minuman beralkohol dapat menyebabkan penurunan suhu tubuh.
- Pastikan mengonsumsi cukup makanan untuk menjaga berat badan—sebagian lemak tubuh diperlukan untuk tetap hangat.
- Lakukan olahraga ringan di dalam ruangan, seperti jalan kaki di rumah atau pusat perbelanjaan tertutup.
- Jika menggunakan pemanas ruangan portabel, pastikan keamanannya. Beberapa pemanas ruangan dapat meningkatkan risiko keracunan karbon monoksida atau bahaya kebakaran.
- Periksa kondisi lansia di sekitar, terutama yang tinggal sendiri. Pastikan mereka memiliki baju hangat, selimut tebal, dan makanan hangat.
Tak kalah penting, periksa prakiraan cuaca untuk hari-hari berangin dan hujan. Angin kencang dapat menurunkan suhu tubuh dengan cepat—usahakan tetap di dalam ruangan atau tempat yang hangat.
Jika harus keluar rumah pada hari berangin, dingin, atau lembap, sebaiknya tidak berada di luar terlalu lama. Jangan lupa, beri tahu keluarga atau teman saat berencana ke luar rumah dan bawa ponsel yang dayanya terisi penuh.
Sahabat Lansia, fenomena bediding bukan sekadar cuaca dingin. Ini adalah panggilan untuk lebih peduli, bukan hanya menjaga suhu tubuh, tetapi juga menjaga kehangatan hati dan solidaritas kita terhadap orangtua dan tetangga kita yang lansia. (*)
Baca Juga:
* Fenomena Bediding: Mengapa Cuaca Dingin Berbahaya bagi Tubuh yang Menua?
* Risiko Kesehatan Serius Akibat Fenomena Bediding
Sumber:
AARP (13/1/2025)
NIA (3/1/2024)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




