Fenomena suhu dingin atau yang dikenal masyarakat sebagai bediding tengah melanda berbagai daerah di Indonesia. Cuaca yang menusuk tulang ini terasa lebih menyiksa bagi kelompok rentan, seperti lansia.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, hari-hari belakangan semakin terasa dingin, bahkan sampai menusuk tulang. Suhu dingin ekstrem dapat memengaruhi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan, seperti lansia.
Fenomena ini dikenal masyarakat sebagai bediding atau suhu dingin. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena bediding biasanya berlangsung dari Juni hingga September dengan puncaknya pada Agustus.
MENGAPA LANSIA LEBIH RENTAN TERHADAP SUHU DINGIN?
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan yang membuatnya lebih sulit menyesuaikan diri dengan suhu ekstrem.
Salah satu alasannya adalah hilangnya massa otot (sarkopenia). Otot berperan dalam menghasilkan panas yang menjaga suhu tubuh tetap normal.
Selain itu, kulit lansia cenderung lebih tipis, membuat panas lebih mudah keluar. Aliran darah juga melemah akibat perubahan pada pembuluh darah. Semua ini berujung pada berkurangnya kemampuan tubuh mengatur panas tubuh.
Lansia juga lebih mungkin memiliki kondisi medis kronis tertentu yang membuatnya lebih sulit untuk tetap hangat, seperti:
- Diabetes, yang memengaruhi sekitar sepertiga lansia 65 ke atas, dapat menghambat darah mengalir normal untuk memberikan kehangatan.
- Masalah tiroid dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk mempertahankan suhu tubuh normal.
- Penyakit Parkinson dan radang sendi dapat membuat lansia kesulitan mengenakan lebih banyak pakaian, menggunakan selimut, atau keluar dari udara dingin.
- Masalah ingatan dapat menyebabkan lansia lupa mengambil tindakan pencegahan agar tetap aman terhadap cuaca, seperti mengenakan pakaian yang sesuai.
Beberapa obat juga dapat memengaruhi suhu tubuh. Obat-obatan ini termasuk obat resep dan obat bebas, seperti beberapa obat flu. Tanyakan kepada dokter apakah obat yang lansia konsumsi dapat memengaruhi suhu tubuh dan apa yang dapat lansia lakukan.
FENOMENA BEDIDING BUKAN SEKADAR DINGIN BIASA
Sahabat Lansia, fenomena bediding bukan hanya soal cuaca dingin. Tubuh lansia yang mengalami penuaan lebih cepat kehilangan panas dan sulit menjaga suhu ideal.
Mengenali faktor-faktor risiko ini penting agar kita bisa lebih sigap menjaga diri dan orang terdekat dari risiko kesehatan serius akibat fenomena bediding. (*)
Sumber:
AARP (13/1/2025)
NIA (3/1/2024)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




