Banyak yang mengira, cuaca dingin hanya menyebabkan rasa tidak nyaman. Namun, bagi lansia, suhu rendah bisa membawa berbagai risiko serius bagi kesehatan. Inilah beberapa dampak medis yang perlu diwaspadai selama fenomena bediding berlangsung.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, cuaca dingin tidak hanya membuat kita menggigil, tetapi bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan serius—dari terjatuh di permukaan yang dingin, hipotermia, hingga serangan jantung atau stroke.
# Hipotermia
Jika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya menghasilkan panas, maka hipotermia bisa terjadi. Ini adalah kondisi medis darurat ketika suhu inti tubuh turun di bawah 35°C. Hipotermia dapat menyebabkan kerusakan organ, bahkan kematian jika tidak segera ditangani.
Tanda-tanda hipotermia yang perlu diperhatikan:
- Gemetar
- Merasa sangat lelah.
- Kebingungan atau linglung.
- Bicara tidak jelas.
- Gerakan tangan yang tak terkoordinasi (fumbling hands).
- Kehilangan ingatan.
- Mengantuk
# Masalah Jantung
Cuaca dingin menyebabkan pembuluh darah menyempit untuk menjaga panas tubuh. Akibatnya, tekanan darah naik dan jantung bekerja lebih keras.
Darah juga menjadi lebih kental saat cuaca dingin, meningkatkan risiko pembekuan darah yang bisa berujung pada serangan jantung atau stroke, terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi penyakit kardiovaskular.
# Masalah Paru-Paru dan Infeksi
Udara kering dan dingin dapat mengiritasi saluran pernapasan. Ini bisa memperburuk kondisi kronis, seperti asma dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronik).
Selain itu, sistem kekebalan tubuh melemah saat suhu dingin. Studi tahun 2022 dalam The Journal of Allergy and Clinical Immunology menunjukkan, suhu rendah berkontribusi terhadap tingginya kasus flu, pilek, hingga Covid di musim dingin.
# Depresi
Suhu yang dingin membuat lansia lebih sering diam di rumah, jarang bertemu teman-teman komunitas, dan sulit bepergian ke luar rumah atau mengikuti aktivitas sosial rutin. Isolasi yang berkepanjangan telah dikaitkan dengan berbagai dampak negatif, dari depresi hingga peningkatan risiko penyakit jantung.
# Radang Dingin
Radang dingin (frostbite) adalah cedera pada kulit yang disebabkan oleh paparan suhu di bawah titik beku. Sirkulasi darah yang buruk yang umum terjadi pada lansia, dan tidak mengenakan pakaian yang sesuai untuk cuaca dingin, dapat meningkatkan risiko radang dingin.
Radang dingin dapat menyebabkan hilangnya rasa dan warna pada area yang terkena, biasanya tangan, kaki, hidung, dan telinga. Mengutip CDC, radang dingin dapat merusak tubuh secara permanen dan pada kasus yang parah dapat menyebabkan amputasi pada bagian tubuh yang terkena.
Tanda-tanda peringatan:
Kemerahan atau nyeri pada area kulit mana pun yang diikuti oleh:
- Area kulit berwarna putih atau kuning keabu-abuan.
- Kulit terasa sangat kencang atau seperti lilin.
- Mati rasa.
Segera cari pertolongan medis jika mendapati gejala-gejala tersebut.
Sahabat Lansia, cuaca dingin bukan hanya tentang suhu rendah. Ini soal risiko yang nyata bagi kesehatan. Cari tahu mengapa cuaca dingin berbahaya bagi tubuh yang menua. Ketahui pula cara aman melindungi lansia dari fenomena bediding. (*)
Sumber:
AARP (13/1/2025)
NIA (3/1/2024)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




