21 September – Hari Alzheimer Sedunia: PENTINGNYA DIAGNOSIS DINI & DUKUNGAN

21 September – Hari Alzheimer Sedunia: PENTINGNYA DIAGNOSIS DINI & DUKUNGAN

Hari Alzheimer Sedunia tak terlepas dari Bulan Alzheimer Sedunia. Keduanya mengusung tema yang sama dengan berfokus pada ajakan membuka dialog, mendorong diagnosis dini, meningkatkan pemahaman masyarakat, dan menghapus stigma tentang Alzheimer dan demensia.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, Hari Alzheimer Sedunia diperingati setiap tahun pada 21 September. Hari kesadaran kesehatan global ini tak terlepas dari Bulan Alzheimer Sedunia yang berlangsung sepanjang September.

Peringatan Hari Alzheimer Sedunia bertujuan meningkatkan pemahaman publik tentang penyakit Alzheimer dan jenis demensia lainnya, termasuk melawan stigma seputar penyakit ini.

Penyakit Alzheimer adalah gangguan otak progresif yang memengaruhi daya ingat, cara berpikir, hingga aktivitas sehari-hari. Alzheimer menjadi penyebab utama demensia, mencakup 60—70 persen kasus.

Menurut WHO, lebih dari 55 juta orang di dunia hidup dengan demensia dan setiap tahun terdapat 10 juta kasus baru. Meski lebih sering dialami oleh lansia, gejala awal Alzheimer bisa muncul sejak usia 40 tahun.

Karena itulah, Hari Alzheimer Sedunia mengingatkan kita tentang pentingnya diagnosis dini, akses terhadap perawatan yang tepat, serta penelitian berkelanjutan.

Sama pentingnya, hari ini juga menjadi momen untuk menumbuhkan rasa empati, kasih sayang, dan dukungan bagi mereka yang hidup dengan demensia, termasuk keluarga yang mendampingi.

 

Lebih dari 55 juta orang di dunia hidup dengan demensia dan setiap tahun terdapat 10 juta kasus baru.

 

SEJARAH HARI ALZHEIMER SEDUNIA

Hari Alzheimer Sedunia diprakarsai oleh Alzheimer’s Disease International (ADI), sebuah organisasi nirlaba yang lahir pada 1984 atas inisiatif asosiasi Alzheimer di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada.

Tanggal 21 September dipilih karena bertepatan dengan tanggal berdirinya ADI. Peluncuran perdananya dilakukan di Edinburgh pada pembukaan konferensi tahunan ADI, sekaligus merayakan HUT ke-10 organisasi ini.

Bulan Alzheimer Sedunia menyusul kemudian, dimulai pada September 2012. Tujuannya agar asosiasi Alzheimer dan demensia di seluruh dunia dapat memperluas jangkauan advokasi dan kampanye kesadaran di seluruh dunia.

 

Meski lebih sering dialami oleh lansia, gejala awal Alzheimer bisa muncul sejak usia 40 tahun.

 

TEMA HARI ALZHEIMER SEDUNIA 2025

Tahun ini, Hari dan Bulan Alzheimer Sedunia kembali mengusung tema yang sama, yaitu: “Ask about dementia, Ask about Alzheimer’s” (Tanyakan tentang Demensia, Tanyakan tentang Alzheimer).

Tema ini menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan kesadaran dini. Ada empat fokus utamanya, yaitu: mendorong dialog, mempromosikan diagnosis dini, meningkatkan kesadaran, serta mengurangi stigma.

 

PENTINGNYA DIAGNOSIS DINI & DUKUNGAN

Sahabat Lansia, peringatan Hari Alzheimer Sedunia bukan sekadar tentang mengingat tanggal atau perayaan simbolis. Lebih dari itu, ini adalah ajakan untuk peduli, berbagi pengetahuan, serta mendukung mereka yang hidup dengan Alzheimer dan demensia.

Semakin banyak yang kita tahu dan semakin terbuka kita berdialog, semakin besar pula kesempatan untuk menciptakan lingkungan yang penuh pengertian dan kasih.

Mari kita jadikan 21 September bukan hanya sebagai peringatan, tetapi juga langkah nyata untuk mengingat—dan tidak melupakan—mereka yang tengah berjuang melawan Alzheimer. (*)

 

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, situs dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.