Setiap 1 Oktober, dunia memperingati Hari Lanjut Usia Internasional. Momen ini mengingatkan kita untuk menghargai peran para lansia sekaligus membangun lingkungan yang ramah, di mana mereka dapat hidup sehat, mandiri, dan bermartabat.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, setiap tahun kita memperingati dua kali hari penting bagi lansia. Pertama, Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) setiap 29 Mei. Kedua, International Day of Older Persons (IDOP) atau Hari Lanjut Usia Internasional setiap 1 Oktober.
Peringatan ini menjadi momen untuk mengingat bahwa proses menua adalah bagian alami kehidupan dengan segala tantangan dan peluangnya.
Selain menghargai jasa dan pengalaman para lansia, Hari Lanjut Usia Internasional juga mengingatkan tentang pentingnya menciptakan dunia yang ramah lansia—setiap lansia dapat hidup dengan sehat, bermartabat, dan mandiri.
SEJARAH HARI LANJUT USIA INTERNASIONAL
Perjalanan Hari Lanjut Usia Internasional dimulai pada 1982, ketika Majelis Dunia tentang Penuaan mengadopsi dan mengesahkan Rencana Aksi Internasional Wina tentang Penuaan.
Delapan tahun kemudian, tepatnya 14 Desember 1990, Majelis Umum PBB menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Lanjut Usia Internasional (resolusi 45/106).
Tahun berikutnya, 1991, Majelis Umum mengadopsi Prinsip-Prinsip PBB untuk lansia (resolusi 46/91).
Pada 2002, Majelis Dunia Kedua tentang Penuaan mengadopsi Rencana Aksi Internasional Madrid tentang Penuaan. Tujuannya adalah menanggapi peluang dan tantangan penuaan populasi di abad ke-21 serta mendorong pembangunan masyarakat segala usia.
TEMA HARI LANJUT USIA INTERNASIONAL
Sejak pertama kali diperingati, Hari Lanjut Usia Internasional selalu mengangkat tema-tema khusus yang berfokus pada berbagai aspek penuaan.
Tema 2025 adalah “Older Persons Driving Local and Global Action: Our Aspirations, Our Well-Being and Our Rights” (Lansia Menggerakkan Aksi Lokal dan Global: Aspirasi, Kesejahteraan, dan Hak Kita).
Tema ini menegaskan, lansia bukan sekadar penerima manfaat pasif, melainkan juga penggerak kehidupan.
Dengan pengalaman, pengetahuan, dan kebijaksanaan yang dimiliki, para lansia berperan penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, adil, dan tangguh.
LANSIA DALAM ANGKA
- Jumlah orang berusia 60 ke atas meningkat lebih dari dua kali lipat, dari sekitar 541 juta jiwa pada 1995 menjadi 1,2 miliar jiwa pada 2025 dan diperkirakan mencapai 2,1 miliar jiwa pada 2050.
- Mereka yang berusia 65 atau lebih meningkat tiga kali lipat, dari 260 juta pada 1980 menjadi 761 juta pada 2021.
- Harapan hidup global mencapai 73,5 tahun pada 2025—meningkat 8,6 tahun sejak 1995.
- Pada pertengahan 2030-an, jumlah lansia 80 tahun ke atas akan melampaui jumlah bayi, yakni sekitar 265 juta jiwa.
- Pada 2080, jumlah lansia 65 tahun ke atas diproyeksikan lebih banyak daripada jumlah anak-anak di bawah 18 tahun.
Sahabat Lansia, bertambahnya jumlah lansia di dunia adalah anugerah sekaligus tantangan. Karena itu, penting bagi kita semua untuk menjaga kesehatan sejak dini, mencegah penyakit, serta mendukung gaya hidup aktif.
Lingkungan yang suportif—baik dari keluarga maupun masyarakat dan pemerintah—akan membantu para lansia tetap sehat, berdaya, dan bahagia seiring bertambahnya usia. (*)
Penuaan Sehat: 5 Fakta yang Perlu Diketahui
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




