Kanker Lambung: Lansia Berisiko Lebih Tinggi, Namun Masih Bisa Dicegah

Kanker Lambung: Lansia Berisiko Lebih Tinggi, Namun Masih Bisa Dicegah

Meski risikonya meningkat seiring bertambahnya usia, sebagian kasus kanker lambung masih dapat dicegah. Ketahui faktor risiko dan langkah-langkah pencegahannya.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, seiring bertambahnya usia, risiko seseorang untuk mengalami berbagai penyakit kronis, termasuk kanker, juga meningkat. Salah satu jenis kanker yang risikonya lebih tinggi pada usia lanjut adalah kanker lambung—dikenal juga sebagai kanker perut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, kanker lambung termasuk dalam tiga jenis kanker—bersama kanker paru dan kanker serviks—menyumbang hampir setengah dari seluruh kasus kanker yang sebenarnya dapat dicegah secara global. Data ini menunjukkan, meskipun risikonya nyata, sebagian besar kasus kanker lambung masih dapat dicegah.

 

Sekitar 6 dari setiap 10 orang yang didiagnosis setiap tahunnya berusia 65 tahun atau lebih.”

 

Mengapa Lansia Lebih Berisiko?

Kanker lambung dapat dialami oleh siapa saja. Namun, risikonya meningkat seiring bertambahnya usia dengan usia rata-rata saat didiagnosis kanker lambung adalah 68 tahun.

Selain faktor usia, risiko seumur hidup terkena kanker lambung juga diketahui lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita. Namun demikian, memiliki risiko lebih tinggi tidak berarti lansia pasti akan mengalami kanker lambung. Risiko hanyalah peningkatan peluang, bukan kepastian.

 

Peran Infeksi Bakteri Helicobacter pylori 

Salah satu faktor risiko terpenting kanker lambung adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori). Meski demikian, tidak semua orang yang membawa bakteri ini di lambung akan mengalami kanker lambung. Penderita kanker lambung diketahui memiliki tingkat infeksi H. pylori yang lebih tinggi dibandingkan orang tanpa kanker ini.

[ Penyebab Kanker: Mitos dan Fakta yang Perlu Diketahui ]

 

Faktor Risiko Lainnya

Selain infeksi H. pylori, terdapat sejumlah faktor lain yang bisa meningkatkan risiko kanker lambung, seperti:

  • Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
  • Pola makan rendah buah dan sayuran.
  • Pola makan tinggi garam serta konsumsi makanan olahan, diasap, panggang, atau dibakar secara rutin.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Penyakit lambung yang berlangsung lama, seperti gastritis kronis dan refluks gastroesofageal.
  • Polip lambung tertentu, terutama polip adenoma.
  • Anemia pernisiosa akibat gangguan penyerapan vitamin B12.
  • Riwayat operasi lambung untuk penyakit non-kanker.
  • Riwayat keluarga menderita kanker lambung.
  • Riwayat keluarga dengan sindrom genetik tertentu yang meningkatkan risiko kanker.

Memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas tidak berarti seseorang pasti akan terkena kanker lambung, tetapi dapat meningkatkan peluang terjadinya penyakit ini.

[ WHO: 4 dari 10 Kasus Kanker di Dunia Bisa Dicegah ]

 

Kanker Lambung Masih Bisa Dicegah

Kabar baiknya, berbagai langkah sederhana dapat membantu lansia menurunkan risiko kanker lambung. Mengutip WHO, hingga empat dari sepuluh kasus kanker di dunia dapat dicegah. Salah satunya adalah kanker lambung.

Beberapa langkah pencegahan yang yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran dengan warna yang beragam.
  • Mengurangi konsumsi makanan asin, olahan, dan diasap.
  • Berhenti/tidak merokok dan membatasi konsumsi alkohol.
  • Menjaga berat badan tetap sehat.
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur sesuai kemampuan.
  • Mengobati infeksi H. pylori sesuai anjuran tenaga medis.
  • Memberi tahu tenaga kesehatan jika memiliki riwayat kanker lambung dalam keluarga, sehingga dapat dilakukan pemantauan lebih lanjut bila diperlukan.

 

Sahabat Lansia, meskipun lansia memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker lambung, kondisi ini bukan sesuatu yang tidak dapat dihindari.

Dengan mengenali faktor risiko, menjalani pola hidup sehat, dan mendapatkan penanganan medis yang tepat, risiko kanker lambung dapat ditekan.

Pencegahan dan kewaspadaan sejak dini tetap menjadi kunci untuk menjaga kualitas hidup di usia lanjut. (*)

[ Hari Kanker Sedunia 2025—2027: Saat Kanker Datang, Apa yang Dibutuhkan Pasien? ]

 

Sumber:
* American Cancer Society – Stomach (Gastric) Cancer Key Statistics
* American Cancer Society – What Are the Risk Factors for Stomach Cancer?
* Mayo Clinic
* WHO

 
Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.