Pola makan vegan menawarkan berbagai manfaat kesehatan setelah usia 50, dari menjaga berat badan hingga menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, salah satu alasan utama seseorang memilih menjadi vegan adalah untuk merasakan manfaat kesehatannya.
Sebuah jajak pendapat (2018) menunjukkan sekitar 3% lansia 65 tahun ke atas menjalani pola makan vegan dan 3% kelompok usia 50—64 tahun menyebut diri mereka vegetarian.
Berbeda dari pola makan vegetarian yang masih mengonsumsi produk susu atau telur, pola makan vegan sepenuhnya menghindari semua produk hewani.
Pola makan ini berfokus pada bahan nabati, seperti buah dan sayuran, kacang-kacangan, serta alternatif nabati untuk daging dan susu.
Apa Saja Manfaat Menjadi Vegan Setelah Usia 50?
Memasuki usia 50-an, berat badan cenderung bertambah dan risiko penyakit jantung meningkat, terutama pada perempuan setelah menopause.
Menjadi vegan juga dapat membantu mencegah dan mengelola diabetes tipe 2 yang umum terjadi pada lansia.
Jika dilakukan dengan benar, pola makan vegan berpotensi untuk:
- Membantu turunkan berat badan.
- Menurunkan risiko penyakit jantung.
- Meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup.
- Meningkatkan tidur nyenyak.
- Menurunkan tekanan darah.
- Mengurangi risiko diabetes.
- Menurunkan kolesterol.
- Mengurangi kemungkinan terkena kanker tertentu.
Namun, pola makan vegan tidak otomatis menjamin kesehatan. Beberapa produk olahan nabati bisa saja mengandung bahan kimia tambahan yang tidak sehat.
Karena itu, pastikan pola makan vegan tetap seimbang dengan berbagai buah dan sayuran, polong-polongan, kacang-kacangan, dan lemak sehat.
Ragam makanan tersebut kaya antioksidan dan serat yang membantu meningkatkan energi, kualitas tidur, serta menjaga keseimbangan kimia otak yang berperan penting dalam menjaga suasana hati.
Sahabat Lansia, menjadi vegan setelah usia 50 memang menawarkan banyak manfaat, asalkan dijalani dengan perencanaan gizi yang tepat.
Namun, pola makan vegan juga memiliki risiko tertentu, terutama bagi lansia. Apa saja risikonya dan bagaimana mengatasinya? Simak pembahasannya pada artikel berikutnya. (*)
Sumber:
WebMD
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




