Katarak berkembang secara bertahap seiring waktu. Mengenali setiap tahapnya membantu kita memahami penanganan yang tepat. Periksa mata secara rutin untuk mendeteksi katarak sejak dini—cegah sebelum terlambat.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, ada berbagai jenis katarak dan semuanya berkembang melalui empat tahap yang sama, yaitu: dini, imatur, matur, dan hipermatur.
Mengenal Tiga Jenis Utama Katarak Terkait Usia
Gejala awal biasanya tidak terlihat. Seiring perkembangannya, katarak menyebabkan perubahan penglihatan yang signifikan, sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari. Penanganan katarak bervariasi bergantung pada tahap perkembangan katarak.
Melansir Healthline, berikut empat tahap perkembangan katarak.
1 | TAHAP AWAL KATARAK
Pada tahap ini, lensa mata mengembangkan area-area keruh kecil. Kita mungkin belum menyadari gejala apa pun atau hanya merasakan beberapa perubahan ringan, seperti:
- Penglihatan sedikit kabur.
- Sensitivitas berlebihan terhadap cahaya dan silau.
- Mata cepat terasa lelah.
- Warna tampak pudar atau kusam.
Penanganan Tahap Awal
Fokusnya adalah mengelola gejala karena katarak belum cukup parah untuk memerlukan operasi. Dokter mata mungkin merekomendasikan resep kacamata yang lebih kuat atau menyarankan penggunaan kacamata anti-silau guna mengurangi silau dan mengelola sensitivitas terhadap cahaya. Menggunakan pencahayaan yang lebih terang di rumah dan di tempat kerja juga dapat membantu penglihatan.
2 | KATARAK IMATUR
Tahap ini ditandai dengan kekeruhan sebagian pada lensa, artinya lensa belum sepenuhnya keruh. Sebagian cahaya masih dapat menembus retina, sehingga penglihatan belum hilang sepenuhnya.
Gejala umum pada tahap ini meliputi:
- Penglihatan semakin kabur.
- Kesulitan melihat dalam kondisi cahaya redup.
- Peningkatan silau dan muncul lingkaran cahaya di sekitar sumber cahaya.
- Warna tampak lebih pudar atau kusam.
Penanganan Tahap Imatur
Dokter mata dapat merekomendasikan kacamata korektif untuk menyesuaikan perubahan penglihatan. Karena katarak masih berkembang, biasanya tidak memerlukan operasi segera. Namun, pemeriksaan rutin penting untuk menentukan waktu yang tepat melakukan operasi—bergantung pada perkembangan gejala dan seberapa besar pengaruhnya terhadap aktivitas sehari-hari.
3 | KATARAK MATUR
Katarak matur (matang) terjadi ketika seluruh lensa sudah sepenuhnya padat dan keruh, sehingga cahaya tidak dapat menembus ke retina. Kondisi ini secara serius mengganggu penglihatan dan aktivitas harian.
Gejala katarak matur meliputi:
- Kehilangan penglihatan yang signifikan.
- Kesulitan membaca dan mengemudi.
- Penglihatan ganda pada satu mata.
- Melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu.
Penanganan Tahap Matur
Ketika katarak mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, operasi katarak menjadi pilihan utama. Prosedur ini melibatkan pengangkatan lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan. Operasi katarak tergolong aman, biasanya dilakukan di ruang rawat jalan, dan memakan waktu sekitar satu jam.
4 | KATARAK HIPERMATUR
Katarak hipermatur merupakan tahap paling lanjut. Lensa mata dapat mulai menyusut dan mengeras, meningkatkan risiko komplikas, seperti peradangan dan tekanan mata yang tinggi.
Gejala yang mungkin muncul:
- Tampilan lensa yang tampak seluruhnya putih.
- Penurunan tajam penglihatan yang parah.
- Ketajaman penglihatan menurun hingga hanya mampu menghitung jari pada jarak dekat.
- Tekanan mata meningkat.
- Pergeseran (dislokasi) inti lensa.
Penanganan Tahap Hipermatur
Tahap ini memerlukan tindakan bedah segera karena risiko komplikasinya meningkat. Setelah operasi, sebagian besar pasien mengalami perbaikan penglihatan dan tekanan mata—jika sebelumnya tinggi—umumnya juga membaik. Dalam beberapa kasus, dokter dapat melakukan prosedur tambahan, seperti implantasi lensa intraokular sekunder, untuk mencegah reaksi peradangan berat setelah operasi.
Sahabat Lansia, tidak ada cara alami untuk mengembalikan penglihatan seperti semula jika sudah mengalami katarak.
Namun, deteksi dini melalui pemeriksaan mata rutin dan penanganan yang tepat waktu dapat membantu menjaga penglihatan tetap optimal. (*)
Katarak Terkait Usia: Penyebab Kebutaan Paling Umum pada Lansia
Presbiopia: Gangguan Penglihatan Akibat Penuaan
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




