Hari Kanker Sedunia 2025—2027: Saat Kanker Datang, Apa yang Dibutuhkan Pasien?

Hari Kanker Sedunia 2025—2027: Saat Kanker Datang, Apa yang Dibutuhkan Pasien?

Hari Kanker Sedunia mengusung tema “Bersatu karena Keunikan”. Setiap perjalanan pasien kanker berbeda, tetapi dukungan dan empati bisa menyatukan kita.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, setiap orang memiliki cerita uniknya sendiri. Ketika kata “kanker” muncul, pengalaman yang menyertainya tidak pernah benar-benar sama satu dengan yang lain. Ada yang diliputi ketakutan, ada yang berjuang dalam diam, dan ada pula yang menemukan kekuatan dari orang-orang terdekatnya.

Kampanye Hari Kanker Sedunia 2025—2027, “United by Unique” (Bersatu karena Keunikan) mengingatkan kita bahwa di tengah perbedaan perjalanan setiap individu, kita tetap dapat hadir untuk memberikan dukungan, memahami, dan menghormati keunikan setiap manusia.

 

Hari Kanker Sedunia

World Cancer Day atau Hari Kanker Sedunia diperingati setiap 4 Februari. Peringatan ini bukan sekadar penanda kalender, melainkan momentum global untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker, mendorong upaya pencegahan, serta memobilisasi tindakan bersama melawan epidemi kanker di seluruh dunia.

Hari Kanker Sedunia berakar pada Piagam Paris yang diadopsi dalam Konferensi Tingkat Tinggi Dunia Melawan Kanker untuk Milenium Baru di Paris pada 4 Februari 2000. Piagam ini bertujuan memajukan penelitian untuk pencegahan dan penyembuhan kanker, meningkatkan layanan bagi pasien, serta memobilisasi komunitas global agar kemajuan dalam pengendalian kanker dapat dirasakan secara merata di seluruh dunia.

Peringatan ini digerakkan oleh Union for International Cancer Control (UICC), organisasi kanker terbesar dan tertua di dunia. Berdiri sejak 1933 dan berpusat di Jenewa, UICC memiliki lebih dari 1.150 organisasi anggota di 172 negara. Misinya adalah menyatukan komunitas kanker global, mendorong kesetaraan, dan memastikan pengendalian kanker tetap menjadi prioritas kesehatan dunia.

 

Bersatu karena Keunikan

“Bersatu karena Keunikan” (United by Unique) merupakan tema kampanye Hari Kanker Sedunia 2025—2027. Tema ini menekankan pentingnya pendekatan yang berpusat pada manusia.

Kanker bukan sekadar diagnosis medis, melainkan pengalaman hidup yang sangat personal. Di balik setiap diagnosis terdapat kisah manusia yang unik—tentang duka, rasa sakit, ketakutan, perjuangan, ketahanan, harapan, dan berbagai emosi yang tidak dapat disamaratakan.

Pendekatan ini dikenal sebagai people-centred care atau perawatan yang berpusat pada manusia. Artinya, perawatan tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga menghargai pribadi pasien secara utuh.

Pendekatan ini mengakui keunikan setiap individu, memprioritaskan kebutuhan mereka, mendengarkan kekhawatiran dengan empati, mendukung otonomi, serta memberdayakan pasien agar terlibat aktif dalam pengambilan keputusan terkait perawatannya.

Perawatan yang berpusat pada manusia juga menekankan pentingnya ikatan sosial, dengan melibatkan individu, keluarga, dan komunitas dalam perencanaan, penyampaian, serta evaluasi layanan kesehatan.

Pendekatan ini diyakini dapat memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

 

4 Prinsip People-Centred Care

Perawatan yang berpusat pada manusia berfokus pada kebutuhan, nilai, serta partisipasi aktif individu, keluarga, dan komunitas. Empat prinsip utamanya dapat dijabarkan secara sederhana:

1. Mendengarkan kebutuhan unik pasien: memahami cerita, perasaan, dan kekhawatiran mereka tanpa menghakimi.

2. Menghormati pilihan pribadi: memberi ruang bagi pasien untuk menentukan keputusan perawatan yang selaras dengan nilai dan prioritas hidupnya.

3. Dukungan keluarga dan komunitas: melibatkan orang-orang terdekat agar pasien tidak merasa menjalani proses ini sendirian.

4. Pendekatan holistik: mengintegrasikan aspek medis, psikososial, dan emosional untuk mencapai hasil perawatan yang lebih baik.

Melalui prinsip-prinsip ini, perawatan tidak hanya menghargai keunikan setiap individu, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas hidup pasien.

 

Sahabat Lansia, setiap perjalanan kanker bersifat unik. Tidak ada satu cara yang sama untuk menghadapi rasa takut, duka, atau harapan.

Yang dapat kita lakukan adalah hadir—mendengarkan, memberi dukungan, dan menghargai setiap langkah yang dijalani pasien.

Hari Kanker Sedunia 2025—2027 mengingatkan kita bahwa bersatu karena keunikan, bukan karena kesamaan, merupakan kekuatan terbesar kita sebagai manusia. (*)

 

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.