Setiap 13 Februari, masyarakat global memperingati Hari Kesadaran Anemia Sedunia sebagai momentum meningkatkan kepedulian terhadap anemia—masalah kesehatan yang umum terjadi, tetapi sering terabaikan. Mengapa angka 13 begitu penting bagi kesehatan darah?
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, 13 Februari bukan sekadar tanggal di kalender. Bagi dunia kesehatan, tanggal ini menjadi pengingat global akan masalah yang kerap luput dari perhatian, padahal dampaknya sangat besar: anemia.
Setiap tahun, masyarakat global memperingati Hari Kesadaran Anemia Sedunia (World Anemia Awareness Day) pada 13 Februari. Peringatan ini diciptakan pada 2022 oleh Human Touch Media Foundation dan Society for the Advancement of Patient Blood Management (SABM).
Tanggal 13 dipilih bukan tanpa makna.
Angka 13 mencerminkan 13 g/dL, kadar hemoglobin ideal untuk kesehatan darah yang optimal.
Sejak awal, peringatan ini bertujuan menyoroti kebutuhan mendesak akan tindakan terhadap kekurangan zat besi dan anemia—dua masalah kesehatan paling umum di dunia yang masih sering diabaikan.
Prof. Shannon Farmer, Asisten Ilmiah International Foundation for Patient Blood Management (IFPBM), menyatakan, anemia merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia, tetapi kesadaran terhadapnya masih sangat rendah. Karena itu, Hari Kesadaran Anemia Sedunia menjadi tanggal penting untuk menghubungkan para ahli, komunitas, dan individu dalam satu gerakan global.
Pada peringatan tahun ini, enam benua bersatu dalam perjalanan selama 24 jam yang dipenuhi cerita, percakapan, dan kolaborasi. Semua pihak diajak menyerukan kesehatan darah yang lebih baik bagi semua.
Apa Itu Anemia dan Mengapa Berbahaya?
Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau hemoglobin yang cukup untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Jika kadar hemoglobin rendah, organ dan jaringan tidak menerima oksigen yang dibutuhkan untuk berfungsi optimal.
Dalam kasus yang parah, anemia dapat berdampak serius. Pada anak-anak, kondisi ini dapat mengganggu perkembangan kognitif dan motorik. Pada ibu hamil, anemia dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan ibu dan bayi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, pada 2019, anemia menyebabkan hilangnya sekitar 50 juta tahun kehidupan sehat akibat kecacatan.
Penyebab utama anemia ialah kekurangan zat besi dalam darah. Namun, faktor lain seperti infeksi, penyakit kronis, menstruasi berat, masalah kehamilan, dan riwayat keluarga, juga berperan.
Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat
Banyak orang tidak menyadari dirinya mengalami anemia karena gejalanya tampak umum dan tidak spesifik, seperti:
- Kelelahan
- Pusing atau kepala terasa ringan.
- Tangan dan kaki dingin.
- Sakit kepala.
- Sesak napas, terutama saat beraktivitas.
Karena terlihat sepele, gejala-gejala ini sering diabaikan hingga kondisi memburuk.
Siapa yang Paling Terancam?
Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang serius. WHO mencatat kelompok yang paling rentan anemia meliputi:
- Anak-anak di bawah usia 5 tahun, terutama bayi dan anak-anak di bawah 2 tahun.
- Remaja putri dan perempuan yang sedang menstruasi.
- Ibu hamil dan pascapersalinan.
Secara global, diperkirakan 40% anak usia 6—59 bulan, 37% ibu hamil, dan 30% perempuan usia 15—49 tahun mengalami anemia.
Anemia pada Lansia
Anemia juga menjadi ancaman bagi lansia. Sayangnya, pada kelompok usia ini, anemia kerap dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Gejala dan dampaknya sering diabaikan, padahal dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan.
Sebuah studi meta-analisis dan tinjauan sistematis yang dilakukan dari 1989 hingga 2022 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada lansia tergolong tinggi, terutama di Afrika.
Temuan ini menegaskan bahwa anemia pada lansia bukan sekadar kondisi “wajar karena usia”, melainkan persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius dari para ahli, pejabat, dan pembuat kebijakan kesehatan.
Sahabat Lansia, kesehatan darah bukan isu kecil. Hemoglobin yang cukup berarti oksigen yang cukup bagi tubuh. Oksigen yang cukup berarti fungsi tubuh yang optimal—dari kemampuan belajar anak, kesehatan ibu hamil, hingga kualitas hidup lansia.
Meningkatkan kesadaran adalah langkah pertama. Dari kesadaran lahir tindakan. Dari tindakan terbuka peluang agar lebih banyak orang—anak-anak, perempuan, dan lansia—dapat hidup dengan darah yang sehat dan kualitas hidup yang lebih baik.
Mari jadikan 13 Februari, Hari Kesadaran Anemia Sedunia, sebagai momentum untuk memeriksa kadar hemoglobin. Darah yang sehat adalah fondasi bagi kehidupan yang berkualitas. (*)
Sumber:
* IFBM
* ScienceDirect
* WHO
* World Anemia Awareness
Foto:
* Freepik/djvstock
* Freepik/brgfx

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




