20 November – Hari Kanker Pankreas Sedunia: Ucapkan, “Halo, Pankreas”

20 November – Hari Kanker Pankreas Sedunia: Ucapkan, “Halo, Pankreas”

Hari Kanker Pankreas Sedunia diperingati setiap Kamis ketiga bulan November sebagai bagian dari Bulan Peduli Kanker Pankreas. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit ini, sehingga peluang kesembuhannya meningkat.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, setiap Kamis ketiga bulan November, kita memperingati Hari Kanker Pankreas Sedunia. Peringatan tahun ini jatuh pada 20 November 2025.

Pankreas adalah kelenjar di rongga perut yang dikelilingi oleh lambung, usus halus, hati, limpa, dan kantong empedu. Bentuknya seperti buah pir pipih dengan panjang sekitar 15 cm. Fungsi utamanya adalah membantu pencernaan dan mengatur gula darah.

Kanker pankreas merupakan salah satu kanker dengan tingkat kesintasan paling rendah.

Setiap hari, lebih dari 1.257 orang di dunia didiagnosis menderita kanker pankreas dan sekitar 1.184 orang meninggal dunia akibat penyakit ini. Pada 2025 diperkirakan 557.688 kasus akan terdiagnosis secara global.

World Pancreatic Cancer Day (WPCD) atau Hari Kanker Pankreas Sedunia merupakan bagian dari Bulan Peduli Kanker Pankreas. Acara kesehatan global tahunan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit ini, mengenalkan gejala dini, serta mendorong penelitian untuk meningkatkan diagnosis dan pengobatan.

 

Sejarah Hari Kanker Pankreas Sedunia

Pada 1761, ahli anatomi Italia, Giovanni Battista Morgagni, menerbitkan karya besar yang memuat deskripsi awal mengenai kanker pankreas. Namun, karena teknologi mikroskopis belum tersedia, diagnosis pada masa itu belum dapat dipastikan.

Pada 1858, Jacob Mendez Da Costa, seorang dokter Amerika, mempelajari karya Giovanni dan melakukan evaluasi mikroskopis pertama terhadap adenokarsinoma—kini dikenal sebagai kanker pankreas—dan mengidentifikasinya sebagai penyakit tersendiri.

Pada 1898, seorang ahli bedah Italia, Alessandro Codivilla, melakukan operasi tumor pankreas, tetapi pasiennya tidak bertahan hidup. Setelah itu, William Stewart Halsted dari Rumah Sakit Johns Hopkins melakukan reseksi kanker pertama yang berhasil.

Sejak 1960-an, tingkat kesembuhan kanker pankreas relatif stagnan dan penyakit ini dianggap sebagai penyebab kematian keempat akibat kanker.

 

Peringatan Pertama dan Simbol Pita Ungu

Peringatan Hari Kanker Pankreas Sedunia digagas untuk meningkatkan kesadaran global mengenai risiko, gejala, dan pentingnya deteksi dini.

Koalisi Kanker Pankreas Dunia (WPCC)—yang beranggotakan organisasi advokasi, lembaga penelitian, dan kelompok pasien—memulai peringatan pertama pada 2014.

Saat ini, organisasi dari enam benua dan lebih dari 30 negara bekerja sama meningkatkan literasi kesehatan mengenai kanker pankreas.

 

Pita ungu menjadi simbol internasional untuk mendukung para pasien dan keluarga yang terdampak.

 

Ucapkan “Halo, Pankreas”

Tema Hari Kanker Pankreas Sedunia 2025 adalah “Say Hello Pancreas“. Tema ini mengajak masyarakat untuk memahami peran penting pankreas, mengenali gejala awal, dan segera mencari pertolongan medis bila mengalami keluhan mencurigakan.

Beberapa Gejala Umum Kanker Pankreas

  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Nyeri perut.
  • Penyakit kuning.
  • Diabetes yang muncul tiba-tiba.
  • Kelelahan atau kelemahan terus-menerus.

Peringatan ini juga menekankan perlunya peningkatan penelitian, edukasi publik, dan dukungan bagi mereka yang terdampak penyakit ini. Dengan kesadaran yang lebih luas, diharapkan semakin banyak kasus terdeteksi lebih awal sehingga peluang kesembuhan meningkat.

 

Sahabat Lansia, mari jadikan Hari Kanker Pankreas Sedunia sebagai pengingat untuk lebih peduli pada kesehatan diri dan orang-orang di sekitar kita.

Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini dan mencari pertolongan medis tepat waktu, kita dapat membantu menyelamatkan lebih banyak nyawa. (*)

 

Sumber:
* Max Healthcare
* National Today
* Pace Hospitals
* World Pancreatic Cancer Coalition

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.