SEBERAPA SEHAT KITA MENUA? Coba Tes Kebugaran Sederhana Ini! (2)

SEBERAPA SEHAT KITA MENUA? Coba Tes Kebugaran Sederhana Ini! (2)

Masih ingat dua tes sederhana pada artikel sebelumnya? Yuk, kita lanjutkan dengan dua tes sederhana berikutnya untuk mengetahui seberapa sehat tubuh kita menua.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, masih ingat dua tes sederhana pada artikel sebelumnya? Yuk, kita lanjutkan dengan dua tes sederhana berikutnya untuk mengetahui seberapa sehat tubuh kita menua.

Melansir Health, tes-tes ini telah didukung penelitian dan dapat memberikan gambaran cepat tentang kebugaran dan risiko jatuh.

 

3 | Duduk-Bangkit

Tes duduk-bangkit mengukur seberapa baik kita dapat duduk di lantai dan berdiri kembali tanpa bantuan.

Tes ini merupakan salah satu cara yang dapat diandalkan untuk menilai keseimbangan, kekuatan, dan rentang gerak—sejauh mana bagian tubuh dapat bergerak bebas.

Cara melakukan:

  1. Berdiri tanpa alas kaki di permukaan datar yang tidak licin.
  2. Duduk di lantai dengan bantuan sesedikit mungkin.
  3. Dari posisi duduk, bangkit kembali hingga berdiri—juga dengan bantuan sesedikit mungkin.

Cara menilai:

  • Mulailah dengan nilai maksimal 10 poin (lima poin untuk duduk, lima poin untuk berdiri).
  • Kurangi satu poin jika menggunakan tangan, lutut, atau bagian tubuh lain sebagai tumpuan.
  • Jika kehilangan keseimbangan, kurangi setengah poin.
  • Boleh menyilangkan kaki, asalkan tidak digunakan untuk menopang.

Studi menunjukkan, orang dewasa paruh baya dan lansia dengan skor di bawah 7,5 memiliki risiko kematian lebih tinggi dalam 12 tahun dibandingkan dengan mereka yang mendapat skor sempurna 10.

 

4 | Berdiri dari Kursi Selama 30 Detik

Tes ini mengukur kekuatan dan daya tahan tubuh bagian bawah, serta dapat membantu mengidentifikasi risiko terjatuh.

Pada penderita PPOK (penyakit paru obstruktif kronik), penelitian menunjukkan, mampu berdiri kurang dari empat kali dalam 30 detik berkaitan dengan peningkatan risiko kematian hingga tiga kali lipat.

Cara melakukan: 

  1. Atur stopwatch selama 30 detik.
  2. Duduk di tengah kursi dengan kaki menapak di lantai.
  3. Silangkan lengan dan letakkan telapak tangan di bahu yang berlawanan.
  4. Pastikan telapak kaki tetap rata di lantai, punggung lurus, dan lengan menempel di dada.
  5. Mulai menghitung waktu.
  6. Dari duduk, bangkitlah untuk berdiri tegak, lalu duduk kembali.
  7. Ulangi sebanyak mungkin selama 30 detik.

Menurut CDC, rata-rata hasil normal untuk usia 60–64 tahun adalah 14 kali berdiri untuk pria dan 12 kali untuk wanita. Skor di bawah rata-rata dapat mengindikasikan peningkatan risiko terjatuh

 

Tunjukkan Hasilnya pada Dokter

Sahabat Lansia, tes-tes sederhana ini tidak menggantikan pemeriksaan medis. Disarankan menunjukkan hasilnya kepada dokter atau terapis fisik. Mereka dapat memberi saran latihan atau pemeriksaan tambahan bila diperlukan.

Mengetahui seberapa sehat tubuh menua bukan soal mencari kekurangan, tetapi bentuk perhatian pada diri sendiri. Dengan mengenali kemampuan tubuh, kita bisa tetap aktif, bahagia, dan mandiri di setiap langkah kehidupan.

Jadi, sudah siap mencoba keempat tesnya? Menua dengan sehat bukan tentang menolak usia, tapi tentang mencintai tubuh yang setia menemani kita selama ini. (*)

 

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.