Setiap menit berharga ketika stroke menyerang. Hari Stroke Sedunia 2025 mengajak kita mengenali gejala stroke dan bertindak cepat, serta mendukung kebijakan kesehatan yang mampu menyelamatkan nyawa.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, setiap tahun masyarakat dunia memperingati World Stroke Day (WSD) atau Hari Stroke Sedunia pada 29 Oktober.
Stroke terjadi ketika suplai darah ke sebagian otak terhenti, sehingga sel-sel otak mati. Kerusakan otak akibat stroke dapat memengaruhi fungsi tubuh, cara berpikir, dan perasaan seseorang. Efek stroke bergantung pada lokasi terjadinya di otak serta luasnya area yang terdampak.
Sejarah Hari Stroke Sedunia
Semangat memperingati Hari Stroke Sedunia muncul pada 1990-an karena meningkatnya kasus stroke di seluruh dunia.
Gagasan ini berawal dari Inisiatif Stroke Eropa. Namun, karena kendala pendanaan, kegiatan tersebut hanya terbatas di kawasan Eropa. Organisasi Stroke Eropa kemudian melanjutkan upaya tersebut dan merayakan hari kesadarannya pada 10 Mei.
Hari Stroke Sedunia secara resmi ditetapkan pada 29 Oktober 2004 dalam Kongres Stroke Dunia di Vancouver, Kanada. Dua tahun kemudian, di bawah arahan Dr. Vladimir Hachinski terbentuklah kelompok kerja yang menghasilkan Proklamasi Stroke Dunia.
Sekitar waktu yang sama, International Stroke Society dan World Stroke Federation bergabung membentuk World Stroke Organization (WSO). Sejak itu, WSO menjadi lembaga utama yang mengelola dan mengadvokasi Hari Stroke Sedunia di tingkat global.
Mulai 2009, WSO mengembangkan pendekatan kampanye sepanjang tahun agar kesadaran publik mengenai pengenalan, pencegahan, dan pengobatan stroke terus meningkat secara berkelanjutan.
Hari Stroke Sedunia kemudian menjadi puncak dari kampanye tahunan tersebut dengan tema dua tahunan yang menyoroti isu-isu utama terkait stroke.
Pada 2010, WSO menyatakan stroke sebagai darurat kesehatan masyarakat. Tujuannya adalah menekan angka kematian dan kecacatan akibat rendahnya kesadaran serta terbatasnya akses terhadap diagnosis dan pengobatan yang memadai bagi semua orang.
Setiap Menit Berharga
Tahun ini, 2025, WSO menetapkan tema #EveryMinuteCounts (Setiap Menit Berharga). Tema ini menyoroti pentingnya mengenali tanda-tanda stroke dan bertindak CEPAT untuk menyelamatkan nyawa,
Penanganan yang diberikan tepat waktu dapat meningkatkan peluang pemulihan dan mengurangi risiko kecacatan. Kampanye ini mengajak masyarakat dunia untuk tidak menunda mendapatkan perawatan darurat ketika gejala stroke muncul.
Setiap tahun, Hari Stroke Sedunia menjadi momentum bagi WSO untuk memicu percakapan global tentang stroke. Tahun ini forkus utamanya adalah pengenalan gejala dan pentingnya bertindak segera.
Masyarakat diajak berpartisipasi dalam gerakan global melalui dua tindakan utama, yaitu:
- Ketahui tanda-tanda stroke dan bersiaplah untuk #ActFAST (#bertindakCEPAT).
- Tanda tangani Global Stroke Action Letter of Support (Surat Dukungan Aksi Stroke Global) untuk mendorong pemerintah berkomitmen pada #StrokeActionNow .
Dengan dukungan bersama, langkah-langkah ini diharapkan dapat memicu aksi nyata untuk menurunkan angka stroke di seluruh dunia—karena dalam menghadapi stroke, setiap menit benar-benar berharga.
Bersama-sama, kita dapat menggerakkan tindakan yang berarti karena kita semua tahu: dalam hal stroke, Setiap Menit Berharga.

Sahabat Lansia, Hari Stroke Sedunia 2025 mengingatkan kita bahwa waktu adalah faktor penentu dalam menyelamatkan nyawa.
Mengenali gejala stroke dan bertindak cepat dapat membuat perbedaan besar antara pemulihan dan kecacatan permanen.
Mari bersama-sama meningkatkan kesadaran dan mengambil tindakan nyata—karena Setiap Menit Berharga. (*)
Sumber:
* health.gov.bb
* Pace Hospitals
* World Stroke Organization
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




