Malnutrisi sering dialami lansia akibat menurunnya nafsu makan, masalah gigi, hingga keterbatasan kemampuan memasak.
Seiring bertambahnya usia, tubuh kita mengalami banyak perubahan. Energi memang cenderung lebih cepat berkurang, nafsu makan kadang menurun, dan makanan favorit pun bisa terasa berbeda rasanya. Namun, satu hal yang pasti: kebutuhan tubuh akan nutrisi justru semakin meningkat. Inilah sebabnya, menjaga asupan makanan yang tepat sangat penting bagi lansia agar tetap sehat, bugar, dan terhindar dari malnutrisi.
Malnutrisi bukan hanya berarti kekurangan makanan, tetapi juga ketika tubuh tidak mendapatkan gizi yang cukup dari makanan sehari-hari. Masalah ini sayangnya cukup sering dialami lansia, baik karena faktor kesehatan, kondisi fisik, maupun lingkungan. Kapan sebaiknya lansia berkonsultasi ke dokter? Jika berat badan terus menurun, nafsu makan tidak juga membaik, atau ada keluhan saat makan (misalnya sakit gigi, sulit menelan, atau mual), sebaiknya segera periksakan diri ke dokter atau ahli gizi. Pemeriksaan medis bisa membantu menemukan penyebab dan memberikan solusi yang tepat, termasuk apakah perlu suplemen tambahan.
Mengapa Lansia Rentan Mengalami Malnutrisi?
1.Kondisi kesehatan dan obat-obatan
Beberapa penyakit, seperti gangguan pencernaan atau penyakit kronis, dapat menurunkan nafsu makan. Obat-obatan tertentu juga membuat makanan terasa hambar, bahkan menyebabkan mulut kering atau mual. Ditambah lagi, ada lansia yang perlu diet khusus sehingga variasi makanan jadi terbatas.
2.Masalah gigi dan kesulitan menelan
Masalah gigi berlubang, gusi yang lemah, atau penggunaan gigi palsu bisa membuat mengunyah terasa sakit. Akibatnya, makanan sehat seperti sayur, buah, atau daging jadi sulit dikonsumsi. Selain itu, sebagian lansia juga mengalami kesulitan menelan yang membuat makanan harus dihaluskan.
3.Keterbatasan dalam memasak
Tidak semua lansia mampu atau punya tenaga untuk memasak. Akhirnya, pilihan jatuh pada makanan instan atau beku yang praktis, namun sering kali rendah gizi. Bagi yang tinggal sendiri, rasa malas memasak makanan lengkap juga bisa menjadi hambatan.
4.Lupa makan karena faktor kognitif
Bagi lansia dengan penurunan daya ingat atau demensia, waktu makan bisa terlewat begitu saja. Tanpa pengingat atau pendamping, kebutuhan nutrisi pun terabaikan.
5.Faktor sosial dan ekonomi
Tinggal sendiri, minim interaksi sosial, atau keterbatasan pendapatan juga bisa membuat lansia kurang termotivasi untuk makan sehat. Selain itu, masalah kesehatan mental seperti depresi dapat menurunkan minat makan.
Cara Mengatasi dan Mencegah Malnutrisi pada Lansia
Walau tantangan ada, bukan berarti malnutrisi tidak bisa dicegah. Ada banyak cara sederhana yang bisa dilakukan agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. Malnutrisi pada lansia bisa dipicu banyak hal, mulai dari kesehatan fisik, keterbatasan memasak, hingga faktor sosial. Namun, dengan langkah sederhana seperti makan lebih sering, memperbanyak variasi protein, menambah rasa dengan rempah, hingga menjaga stok makanan sehat, risiko kekurangan gizi bisa dicegah.
1.Makan lebih sering dalam porsi kecil
Jika nafsu makan berkurang, coba makan lebih sering dengan porsi kecil. Camilan sehat, seperti yoghurt, kacang, atau buah potong bisa menjadi pilihan. Minuman nutrisi tambahan atau shake juga dapat membantu menambah energi dan berat badan.
2.Sediakan stok makanan sehat
Manfaatkan layanan belanja online atau minta bantuan keluarga untuk memastikan selalu ada bahan makanan bergizi di rumah. Pilih camilan praktis seperti keju, kacang, buah, sayuran dengan hummus, atau telur rebus.
3.Tambahkan rasa dengan sehat
Seiring bertambahnya usia, indera perasa berkurang. Makanan jadi terasa hambar. Untuk mengatasinya, jangan hanya mengandalkan garam atau gula. Cobalah gunakan rempah segar, herba aromatik, dan variasi warna makanan agar hidangan lebih menarik.
4.Perhatikan kombinasi nutrisi
Beberapa nutrisi bekerja lebih baik bila dikonsumsi bersama. Misalnya:
-
-
Kalsium + Vitamin D → memperkuat tulang.
-
Zat besi + Vitamin C → membantu penyerapan zat besi lebih optimal.
-
Magnesium → mendukung metabolisme energi.
-
Seng + Protein → membantu daya tahan tubuh.
-
Perbanyak variasi protein
Protein penting untuk menjaga massa otot dan imunitas. Selain daging, coba tambahkan sumber protein lain seperti ikan, telur, kacang-kacangan, lentil, susu, atau olahan kedelai. Protein nabati juga bisa jadi pilihan sehat sekaligus ramah pencernaan. -
Batasi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan garam
Makanan manis atau gurih memang menggoda, tetapi terlalu sering mengonsumsinya bisa meningkatkan risiko penyakit. Nikmati sesekali, namun jangan dijadikan kebiasaan.
-
Sumber : sixtyandme.com
Foto : freepik.com

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




