Kehilangan nafsu makan setelah usia 60 wajar terjadi. Ketahui penyebab, cara mengatasinya, serta nutrisi penting agar lansia tetap sehat dan bugar.
Seiring bertambahnya usia, banyak hal dalam hidup kita ikut berubah—termasuk selera makan. Menurut data, sekitar 30 persen orang berusia lanjut mengalami perubahan nafsu makan. Hal ini wajar, tetapi tetap perlu diperhatikan karena bisa berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
Sahabat Lansia, saya sendiri mulai menyadari hal ini ketika ibu saya memasuki usia pertengahan 60-an. Makanan yang dulu menjadi favoritnya, kini tidak lagi menggugah selera. Porsinya semakin sedikit, ia lebih suka makanan berbeda dari biasanya, bahkan kadang lupa makan. Awalnya, saya heran. Namun setelah mencari tahu, ternyata perubahan nafsu makan memang bagian dari proses penuaan.
Mengabaikan kondisi ini bisa berisiko. Tubuh yang tidak mendapat asupan nutrisi cukup bisa kehilangan berat badan, mudah sakit, bahkan memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pola makan yang tidak seimbang ikut memengaruhi munculnya penyakit kronis pada generasi baby boomer.
Perubahan nafsu makan di usia lanjut bukanlah akhir dari segalanya. Dengan kesadaran, penyesuaian pola makan, dan sedikit kreativitas, Anda tetap bisa menikmati makanan sambil menjaga tubuh tetap sehat.
Seperti kata Henry Ford, “Siapa pun yang terus belajar akan tetap muda.” Jadi, mari kita belajar bersama memahami tubuh kita, menikmati makanan sehat, dan menjaga semangat hidup di usia berapa pun.
Mengapa Nafsu Makan Bisa Berkurang?
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan lansia kehilangan selera makan:
1. Perubahan pada tubuh
Tubuh kita mengalami banyak perubahan seiring usia. Misalnya, kemampuan menyerap nutrisi berkurang, sementara kebutuhan gizi justru meningkat. Perubahan hormon setelah menopause, penurunan indera penciuman dan perasa, bahkan berkurangnya ketajaman penglihatan juga membuat makanan terasa kurang menarik.
2. Faktor emosional dan sosial
Mood, lingkungan, dan interaksi sosial berpengaruh besar terhadap pola makan. Rasa kesepian atau depresi dapat membuat seseorang enggan makan. Lansia yang tinggal sendirian sering kali lupa jam makan atau hanya mengandalkan camilan, alih-alih makanan bergizi seimbang.
3. Penyakit kronis atau akut
Hampir semua penyakit bisa menurunkan nafsu makan, mulai dari flu, sembelit, hingga penyakit kronis seperti diabetes, kanker, atau penyakit jantung. Kondisi ini dapat mengubah selera makan dalam jangka panjang.
4. Pengaruh obat-obatan
Banyak obat medis memiliki efek samping yang memengaruhi rasa atau aroma makanan. Faktanya, lebih dari 250 jenis obat diketahui dapat menurunkan nafsu makan. Jadi, jika sedang mengonsumsi obat tertentu, perhatikan apakah itu salah satu penyebab perubahan selera makan Anda.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Kabar baiknya, ada banyak langkah sederhana untuk membantu menjaga selera makan tetap baik meski usia bertambah. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba:
1.Konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Pastikan tidak ada masalah medis yang menjadi penyebab hilangnya nafsu makan.
2.Tambahkan rasa alami .Gunakan perasan lemon, cuka, rempah, atau herba untuk memperkaya rasa makanan (hindari terlalu banyak garam dan gula).
3.Variasikan menu. Padukan warna, tekstur, dan suhu makanan. Misalnya, sayuran segar dengan ikan panggang atau sup hangat dengan buah segar.
4.Tetap aktif bergerak. Aktivitas fisik ringan, seperti jalan kaki 15 menit, bisa membantu meningkatkan nafsu makan.
5.Makan bersama. Undang keluarga atau teman. Makan dalam suasana hangat lebih menyenangkan dan memotivasi untuk mengonsumsi makanan sehat.
6.Perhatikan kesehatan gigi. Bila ada masalah mengunyah atau gigi sensitif, segera periksa ke dokter gigi.
7.Gunakan peralatan makan favorit . Menyajikan makanan dengan piring dan alat makan yang cantik bisa membuat makan terasa lebih istimewa.
8.Utamakan air putih. Hindari minuman manis atau bersoda, cukupkan cairan dengan air putih.
9.Fokus pada nutrisi padat gizi. Pilih makanan yang memberikan banyak vitamin dan mineral dibanding makanan berkalori kosong.
Nutrisi yang Perlu Dijaga
Meskipun nafsu makan menurun, kebutuhan tubuh terhadap nutrisi tetap penting. Beberapa vitamin dan mineral yang wajib dipenuhi antara lain:
-
Vitamin B12: penting untuk fungsi otak dan saraf.
-
Kalium: mendukung kesehatan jantung dan otot.
-
Kalsium: menjaga tulang tetap kuat.
-
Magnesium: membantu kerja berbagai sistem tubuh.
-
Vitamin C: meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan jantung.
-
Vitamin D: baik untuk tulang, penglihatan, dan tekanan darah.
Salah satu cara praktis untuk memastikan asupan gizi terpenuhi adalah dengan membaca label nutrisi pada kemasan makanan. Informasi seperti porsi, kalori, hingga kandungan vitamin bisa membantu Anda memilih dengan lebih bijak.
Sumber : sixtyandme.com
Foto : freepik.com

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




