25 September – Hari Paru-paru Sedunia: PARU-PARU SEHAT, HIDUP SEHAT

25 September – Hari Paru-paru Sedunia: PARU-PARU SEHAT, HIDUP SEHAT

Setiap tarikan napas adalah tanda kehidupan. Namun, sering kali kita lupa memberikan perhatian khusus pada paru-paru agar tetap optimal. Hari Paru-paru Sedunia mengingatkan kita betapa pentingnya menjaga organ vital ini demi kehidupan yang lebih sehat.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, World Lung Day (WLD) atau Hari Paru-paru Sedunia diperingati secara global setiap 25 September.

Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dunia tentang kesehatan paru-paru, menyoroti dampak penyakit pernapasan, serta mendorong terciptanya udara yang lebih sehat dan kebijakan perawatan kesehatan yang lebih baik.

 

PARU-PARU SEHAT, HIDUP SEHAT

Hari Paru-paru Sedunia 2025 mengusung tema “Paru-paru Sehat, Hidup Sehat”. Tema ini menegaskan, paru-paru yang sehat sangat penting untuk hidup yang sehat.

Kampanye global ini mengajak masyarakat mengambil langkah-langkah sederhana setiap hari untuk menjaga kesehatan paru-paru, termasuk meningkatkan akses terhadap obat hirup serta memastikan setiap orang mendapatkan perawatan yang tepat.

Pada Hari Paru-paru Sedunia ini, Forum of International Respiratory Societies (FIRS) menyerukan agar setiap orang di mana pun melindungi kesehatan paru-parunya setiap hari.

 

SEJARAH HARI PARU-PARU SEDUNIA 

Hari Paru-paru Sedunia berawal dari inisiatif kolaboratif berbagai organisasi pernapasan internasional, termasuk FIRS. Tujuannya menyatukan negara dan komunitas dalam misi bersama mempromosikan kesehatan paru-paru untuk semua.

Gagasan ini pertama kali dicetuskan pada pertemuan Majelis Kyoto FIRS 2016 yang diselenggarakan oleh Michiaki Mishima, Presiden FIRS.

Sejak awal, Hari Paru-paru Sedunia telah berkembang menjadi peringatan global yang melibatkan lembaga kesehatan masyarakat, penyedia layanan kesehatan, peneliti, dan advokat.

 

MENGAPA PARU-PARU HARUS DIJAGA?

Paru-paru berperan penting dalam pertukaran gas di tubuh manusia. Namun, organ vital ini rentan terhadap kerusakan akibat polusi, asap rokok, infeksi pernapasan, hingga paparan zat kimia berbahaya di udara.

Lima penyakit pernapasan utama yang menjadi penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia, yaitu asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), kanker paru-paru, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan tuberkulosis (TB).

 

FIRS mendorong setiap orang untuk melindungi paru-parunya dengan melakukan langkah-langkah sederhana berikut:

  • Hirup Udara Bersih—Hindari area yang tercemar dan dukung kebijakan udara bersih.
  • Bebas Asap Rokok—Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.
  • Ambil Opsi Aktif—Lakukan olahraga teratur untuk mendukung fungsi paru-paru.
  • Vaksinasi—Lindungi diri dari flu, pneumonia, dan Covid-19.
  • Lawan Perubahan Iklim—Dukung upaya mengurangi emisi gas rumah kaca.
  • Makan Sehat—Terapkan pola makan bergizi seimbang untuk mendukung kesehatan pernapasan secara keseluruhan.

 

Sahabat Lansia, Hari Paru-paru Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan ajakan untuk lebih menghargai setiap tarikan napas.

Menjaga paru-paru berarti menjaga hidup—karena ketika paru-paru kita bernapas dengan bebas, hidup pun terasa lebih ringan dan penuh harapan. (*)

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.