Pemilihan sisir yang tepat membantu lansia merawat rambut tetap sehat, rapi, dan nyaman.
Mengapa Pemilihan Sisir Penting?
Banyak orang menganggap sisir hanya alat sederhana. Padahal, bagi lansia, salah memilih sisir bisa menyebabkan rambut patah, rontok, atau kulit kepala iritasi. Rambut yang menua membutuhkan perawatan ekstra lembut, termasuk dari sisir yang digunakan.
Panduan Memilih Sisir untuk Lansia
1. Sesuaikan dengan Jenis Rambut
-
Rambut tipis: gunakan sisir berbulu lembut atau sikat dengan bulu sintetis menyerupai bulu alami.
-
Rambut tebal: pilih sisir bergigi jarang agar mudah mengurai kusut.
-
Rambut kering: sisir berbulu lembut membantu distribusi minyak alami.
2. Pilih Bahan Sisir yang Ramah Rambut
Sisir kayu atau bambu lebih baik dibanding plastik karena mengurangi listrik statis yang membuat rambut kusut.
3. Perhatikan Bentuk Gagang Sisir
Untuk lansia dengan keterbatasan gerak atau nyeri sendi, gunakan sisir dengan gagang panjang, ringan, dan antiselip.
4. Pastikan Ujung Sisir Tidak Tajam
Sisir dengan ujung bulat lebih aman bagi kulit kepala yang sensitif. Hindari sisir bergigi tajam yang bisa melukai kulit.
5. Sesuaikan dengan Kebiasaan Perawatan
-
Menyisir rambut basah: gunakan sisir anti-kusut (detangler).
-
Menyisir rambut kering: pilih sisir berbulu lembut agar rambut tetap halus.
Kebersihan dan Perawatan Sisir
Menurut Kemenkes RI, sisir harus rutin dibersihkan agar tidak menjadi sarang kuman. Caranya:
-
Bersihkan rambut yang tersangkut setiap selesai digunakan.
-
Cuci sisir dengan air hangat dan sampo lembut seminggu sekali.
-
Ganti sisir setiap 6–12 bulan atau jika sudah rusak.
Tanda Sisir Perlu Diganti
-
Gigi sisir patah atau runcing.
-
Bulu sikat bengkok atau rontok.
-
Sisir berbau meski sudah dibersihkan.
-
Tidak lagi nyaman digunakan.
Sumber:
-
Kemenkes RI. Pedoman Perawatan Rambut dan Kulit Kepala.
-
American Academy of Dermatology. Hair care basics.
-
WHO. Ageing and Health.
Foto: freepik.com

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




