HANGAT LEBIH SEHAT? Tips Menyajikan Buah untuk Lansia

HANGAT LEBIH SEHAT? Tips Menyajikan Buah untuk Lansia

Memanaskan buah bisa membuatnya lebih lembut dan mudah dicerna, cocok untuk lansia yang memiliki masalah mengunyah atau pencernaan. Namun, perlu diperhatikan jenis buah dan cara memasaknya agar nutrisinya tetap terjaga.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, memanaskan buah bisa membuatnya lebih mudah dicerna oleh lansia. Ketahui jenis buah yang cocok dipanaskan dan cara memanaskannya agar gizinya tetap terjaga.

Bagi sebagian lansia, makan buah dingin bisa bikin perut terasa tidak nyaman. Apalagi di musim hujan atau bagi yang punya masalah pencernaan. Sebagian lansia lainnya mengalami masalah gigi sehingga kesulitan mengunyah buah yang keras.

Mengonsumsi buah yang dimasak atau dipanaskan bisa menjadi solusi. Namun, bagaimana dengan kandungan nutrisinya?

Pemanasan buah memang dapat memengaruhi kandungan nutrisinya, terutama vitamin C yang rentan terhadap panas. Namun, pemanasan juga memiliki manfaat tertentu, terutama bagi lansia yang memiliki masalah fungsi pencernaan ataupun gigi.

 

YANG PENTING DIPERHATIKAN

 

# Nutrisi dalam buah.

Pemanasan pada suhu tinggi dalam waktu lama dapat mengurangi kandungan vitamin C pada buah.

Namun, buah-buahan seperti apel, pir, dan pisang memiliki kandungan vitamin C yang relatif rendah, sehingga hilangnya tidak terlalu signifikan.

Kandungan mineral, serat, dan zat antioksidan pada buah umumnya tidak terpengaruh oleh pemanasan.

Pemanasan dapat meningkatkan kadar gula larut dalam buah, sehingga rasanya jadi lebih manis.

 

# Manfaat buah yang dimasak.

Pemanasan membuat buah lebih lembut dan seratnya lebih mudah dicerna, sehingga cocok untuk lansia dengan fungsi pencernaan yang lemah.

Proses pemanasan juga dapat membunuh bakteri yang mungkin ada pada buah.

 

 

# Buah yang dapat dipanaskan.

Buah berkulit tebal dan berdaging keras, seperti apel, pir, persik, plum, jeruk, dan greengage, dapat dipanaskan karena strukturnya tidak mudah rusak.

Buah dengan kulit tipis dan lembut, seperti buah mulberry, stroberi, dan buah ara, dapat menjadi lembek setelah dipanaskan, sehingga sering disajikan sebagai selai.

Buah dengan kandungan vitamin C rendah, seperti apel, persik, pir, dan pisang, bisa dipanaskan tanpa khawatir kehilangan nutrisi lainnya.

 

# Buah yang sebaiknya tidak dipanaskan.

Buah kaya vitamin C, seperti winter jujube, kiwi, dan buah-buahan lain yang tinggi vitamin C.

 

CARA MEMANASKAN BUAH

Buah-buahan dapat dipanaskan dengan cara dikukus, direbus, dipanggang, atau dipanaskan dalam microwave.

Lamanya waktu pemanasan bergantung pada selera masing-masing orang. Umumnya, memanaskan selama dua menit setelah air mendidih sudah cukup untuk membuat buah menjadi hangat dan lembut tanpa menghilangkan banyak zat gizinya.

 

Sahabat Lansia, jika kamu mengalami kesulitan mengunyah atau memiliki masalah lambung, buah hangat bisa menjadi pilihan sehat dan lezat. Yang penting, kenali jenis buah yang cocok dan cara memasaknya agar manfaat tetap maksimal. (*)

 

Baca Juga:
Buah untuk Lansia: Apa yang Harus Diperhatikan?

 

Sumber:
China CDC

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.