Hari Hepatitis Sedunia 2025 mengajak dunia bersatu melawan hepatitis, terutama hepatitis B dan C yang masih menjadi penyebab utama kanker hati dan penyebab kematian ketiga tertinggi di dunia. Mari bersatu lawan hepatitis untuk dunia bebas hepatitis pada 2030!
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, tanggal 28 Juli merupakan Hari Hepatitis Sedunia, satu dari delapan hari kesehatan dunia yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Peringatan tahunan ini berfokus pada peningkatan kesadaran akan dampak buruk infeksi virus hepatitis, terutama hepatitis B dan C yang memengaruhi hampir 330 juta orang di seluruh dunia.
Virus hepatitis menyerang organ hati dan dapat mengakibatkan penyakit hati serius, termasuk kanker hati. Secara umum, kita mengenal lima jenis virus hepatitis: A, B, C, D, dan E. Beberapa di antaranya menyebabkan infeksi akut yang ringan dan kadang tidak terdeteksi.
Namun, pada kasus tertentu, infeksi bisa berkembang menjadi penyakit hati berat (fulminan) yang dapat berakibat fatal. Pada 2019 saja, sekitar 78 ribu orang di seluruh dunia meninggal akibat komplikasi hepatitis A dan E.
FOKUS DUNIA: MENGAKHIRI HEPATITIS KRONIS
Secara global, perhatian utama tertuju pada hepatitis B, C, dan D. Ketiganya bersifat kronis dan bertanggung jawab atas lebih dari 95% kematian akibat hepatitis di seluruh dunia.
Pada Hari Hepatitis Sedunia 2025, WHO kembali menegaskan pentingnya mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan diagnosis, pencegahan, dan pengobatan hepatitis. Semua ini merupakan bagian dari target eliminasi hepatitis pada 2030.
REKAM JEJAK HARI HEPATITIS SEDUNIA
Peringatan terkait hepatitis pertama kali diadakan pada 1 Oktober 2004 sebagai “Hari Kesadaran Hepatitis C Internasional”, diprakarsai oleh kelompok pasien dari Eropa dan Timur Tengah. Dalam perkembangannya, peringatan ini dirayakan pada tanggal yang berbeda-beda. Untuk menyatukan gerakan global ini, Aliansi Hepatitis Dunia mendeklarasikan 19 Mei 2008 sebagai Hari Hepatitis Sedunia yang pertama.
Selanjutnya, Majelis Kesehatan Dunia tahun 2010 menetapkan 28 Juli sebagai Hari Hepatitis Sedunia untuk meningkatkan kesadaran global. Tanggal ini dipilih untuk menghormati Dr. Baruch Samuel Blumberg yang menerima Hadiah Nobel sebagai penemu virus hepatitis B dan pengembang vaksin pertamanya. Tanggal 28 Juli merupakan hari ulang tahunnya.
“HEPATITIS: LET’S BREAK IT DOWN”
Hari Hepatitis Sedunia 2025 mengusung tema: “Hepatitis: Let’s Break It Down”, menyoroti pentingnya menghilangkan hambatan sistemik, sosial, dan finansial—termasuk stigma dan informasi keliru yang menghambat upaya global untuk memerangi kanker hati dan hepatitis.
Pencegahan dan penanganan hepatitis membutuhkan pendekatan yang lebih sederhana, mudah diakses, dan terintegrasi dalam sistem kesehatan nasional. Vaksinasi, tes, dan pengobatan harus tersedia secara luas dan merata, agar hepatitis tidak lagi menjadi ancaman kesehatan masyarakat.
EMPAT GERAKAN “ATASI”
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia (HHS) 2025 menjadi momen penting bagi Indonesia untuk memperkuat komitmen eliminasi hepatitis B dan C pada 2030. Dengan tema global “Let’s Break It Down” dan tema nasional “Bergerak Bersama, Putuskan Penularan Hepatitis”, Kemenkes RI menggelar temu media daring pada 22 Juli 2025. Tujuannya: meningkatkan kesadaran publik, memperluas edukasi, dan mendorong aksi nyata lintas sektor.
Hepatitis B dan C kronis menjadi penyebab utama kanker hati—penyebab kematian ketiga tertinggi di dunia. Di Indonesia, sekitar 6,7 juta orang terinfeksi hepatitis B dan 2,5 juta hepatitis C. Prevalensi hepatitis B turun dari 7,1% pada 2013 menjadi 2,4% pada 2023.
Skrining hepatitis B pada ibu hamil mencapai hampir 90% dan lebih dari 93% bayi berisiko telah menerima imunisasi dini. Untuk hepatitis C, pengobatan dengan Direct Acting Antiviral (DAA)—yang dapat menyembuhkan lebih dari 95% pasien—telah tersedia di berbagai rumah sakit di seluruh provinsi.
Kemenkes RI mengajak semua elemen bangsa terlibat melalui empat gerakan “atasi”:
- Atasi ketidaktahuan dengan edukasi.
- Atasi keterlambatan diagnosis dengan skrining.
- Atasi akses terbatas dengan memperluas layanan gratis.
- Atasi stigma dengan empati dan solidaritas.
Hari Hepatitis Sedunia bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan untuk bertindak. (*)
Sumber:
Kementerian Kesehatan
Pace Hospitals
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




