7 Juli – Hari Cokelat Sedunia: COKELAT TAK SELALU MANIS, TAPI TAK PERNAH MENIPU LIDAH

7 Juli – Hari Cokelat Sedunia: COKELAT TAK SELALU MANIS, TAPI TAK PERNAH MENIPU LIDAH

Cokelat bukan sekadar camilan lezat. Di balik rasanya yang menggoda, tersimpan sejarah panjang, proses pengolahan yang menarik, serta manfaat kesehatan yang luar biasa. Sekitar satu miliar orang di seluruh dunia mengonsumsi cokelat setiap hari.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, siapa yang tak suka cokelat? Hari ini, Senin, 7 Juli 2025, masyarakat global merayakan World Chocolate Day alias Hari Cokelat Sedunia.

Entah kamu penggemar cokelat hitam yang pekat atau lebih suka manisnya cokelat susu, hari ini adalah alasan sah untuk menikmati camilan favorit yang lezat ini.

Tahukah kamu? Sekitar satu miliar orang di seluruh dunia mengonsumsi cokelat setiap hari!

Di balik kelezatannya, cokelat menyimpan sejarah panjang dan manfaat kesehatan yang luar biasa.

 

DARI MEKSIKO KE SELURUH DUNIA

Hari Cokelat Sedunia pertama kali ditetapkan pada 2009 untuk menandai momen pertama cokelat masuk ke daratan Eropa pada 1550.

Namun, perjalanan cokelat dimulai jauh sebelum itu, dari belahan bumi yang berbeda.

Cokelat berasal dari biji pohon kakao (Theobroma cacao) yang tumbuh di Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan bagian utara.

Tanaman ini sudah dibudidayakan setidaknya selama 3.000 tahun oleh peradaban kuno, seperti Suku Maya dan Aztec, dalam bentuk minuman pahit.

Penggunaan biji kakao bahkan tercatat sejak 1100 SM. Karena rasa aslinya yang pahit, biji kakao harus melalui proses fermentasi terlebih dahulu untuk mengembangkan cita rasa yang lebih nikmat.

 

DARI BIJI KAKAO KE BATANG COKELAT

Pernahkah kamu bertanya-tanya, bagaimana biji pahit dari pohon bisa berubah jadi makanan penutup favorit dunia?

Proses pembuatan cokelat dimulai dari fermentasi biji kakao yang ditutup dengan daun pisang. Selanjutnya, biji kakao dipanggang pada suhu rendah, lalu kulitnya dipisahkan.

Biji kakao yang telah bersih kemudian digiling menjadi bubuk halus yang disebut cairan kakao—bahan dasar cokelat murni.

Setelah itu, cairan kakao diolah menjadi dua komponen utama: mentega kakao dan padatan kakao.

Bubuk kakao digunakan dalam pembuatan kue dan biskuit, sementara mentega kakao menjadi bahan utama dalam cokelat batangan dan produk cokelat lainnya.

 

MANFAAT KESEHATAN DARI COKELAT

Meskipun sering dianggap sebagai makanan manis yang bikin gemuk, cokelat—terutama dark chocolate—sebenarnya menyimpan banyak manfaat jika dikonsumsi dengan bijak.

Beberapa manfaat kesehatan dari cokelat:

  • Sumber antioksidan.
  • Meningkatkan aliran darah.
  • Membantu menurunkan tekanan darah.
  • Mengurangi risiko penyakit jantung.
  • Meningkatkan suasana hati melalui serotonin dan dopamin.

Agar manfaat ini bisa dirasakan secara optimal, pilihlah cokelat dengan kandungan kakao tinggi dan konsumsi secukupnya, ya.

 

RAGAM COKELAT DAN OLAHANNYA

Cokelat hitam merupakan campuran dari minuman kakao, mentega kakao, dan gula. Cokelat susu menambahkan susu bubuk ke dalam campuran tersebut.

Bagaimana dengan cokelat putih—apakah benar-benar cokelat? Ya, juga berasal dari kakao! Cokelat putih terbuat dari mentega kakao, gula, padatan susu, vanili, dan bahan tambahan makanan berlemak yang disebut lesitin.

Olahan cokelat tidak terbatas pada batangan saja. Kita bisa menikmatinya dalam bentuk susu cokelat panas, kue cokelat dan brownies, es krim cokelat, permen dan truffle, atau saus pencelup buah.

 

Sahabat Lansia, Hari Cokelat Sedunia bukan sekadar alasan untuk ngemil manis, tapi juga momen untuk menghargai sejarah dan budaya di balik camilan favorit dunia ini.

Dari biji pahit yang tumbuh di hutan tropis hingga menjadi hadiah romantis dalam kemasan cantik—cokelat selalu berhasil membuat hidup jadi lebih kaya rasa.

Cokelat tak selalu manis, tapi tak pernah menipu lidah. Seperti cinta sejati—setia pada satu hati. Selamat merayakan Hari Cokelat Sedunia! (*)

 

Sumber:
National Today

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, situs dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.