30 Juli – HARI PERSAHABATAN INTERNASIONAL: Merayakan Ikatan yang Membangun Perdamaian

30 Juli – HARI PERSAHABATAN INTERNASIONAL: Merayakan Ikatan yang Membangun Perdamaian

Hari Persahabatan Internasional dirayakan setiap 30 Juli sebagai momen untuk mempererat ikatan persahabatan demi menciptakan dunia yang lebih damai dan penuh pengertian.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, selamat Hari Persahabatan Internasional 2025! Ya, hari ini, Rabu, 30 Juli 2025, masyarakat dunia kembali merayakan Hari Persahabatan Internasional—sebuah perayaan yang mengajak kita untuk menghargai, merawat, dan memperkuat persahabatan.

 

PERSAHABATAN: JALAN MENUJU DUNIA DAMAI

Hari Persahabatan Internasional pertama kali diperingati secara resmi pada 2011. Namun, makna di baliknya jauh melampaui sekadar menjalin hubungan personal. Hari istimewa ini mengajak kita membangun jembatan pengertian antarbudaya, antarnegara, dan bahkan antarideologi yang berbeda.

Gagasan ini berakar dari inisiatif UNESCO yang mempromosikan Budaya Perdamaian, yaitu seperangkat nilai, sikap, dan perilaku yang menolak kekerasan serta mengatasi akar penyebab konflik demi menciptakan solusi yang damai. Majelis Umum PBB mengadopsi definisi ini pada 1997 dan 14 tahun kemudian, menetapkan 30 Juli sebagai Hari Persahabatan Internasional.

PBB percaya, persahabatan antara individu, masyarakat, dan negara dapat menjadi fondasi kuat bagi perdamaian dunia. Oleh karena itu, PBB mendorong berbagai pihak—baik pemerintah, komunitas, maupun organisasi—untuk merayakan Hari Persahabatan Internasional dengan kegiatan yang mempromosikan saling pengertian, solidaritas, dan rekonsiliasi.

Tujuannya jelas: membangun masyarakat global yang lebih harmonis melalui kekuatan sederhana tetapi mendalam—dari sebuah persahabatan.

 

AKAR SEJARAH: DARI AMERIKA HINGGA DUNIA

Sebelum PBB menetapkannya, Hari Persahabatan Sedunia pertama kali diusulkan pada 1958 oleh World Friendship Crusade, sebuah organisasi sipil internasional yang berkampanye untuk mendorong budaya damai melalui persahabatan.

Lebih jauh lagi, catatan sejarah menunjukkan, pada 1919, masyarakat Amerika Serikat sudah menggelar perayaan Hari Persahabatan secara tidak resmi. Bahkan, pada 1930-an, perusahaan Hallmark memopulerkan kartu ucapan persahabatan—sebuah cara manis untuk menyampaikan rasa sayang dan penghargaan kepada sahabat.

 

SAHABAT YANG BAIK, PENOPANG DI SEGALA USIA

Melalui hubungan yang jujur dan saling percaya, sebuah persahabatan dapat menjadi kekuatan besar yang menggerakkan perubahan. Di usia berapa pun, termasuk di usia senja, sahabat adalah penopang yang membuat hidup lebih ringan dan bermakna.

Sahabat Lansia, di momen Hari Persahabatan Internasional ini, mari kita jalin kembali hubungan dengan sahabat-sahabat lama, kirim pesan hangat kepada teman yang jauh, atau cukup duduk bersama sahabat dekat sambil menyeruput teh sore. Semua itu sederhana, tapi sangat berarti.

Dalam dunia yang kadang terasa bising dan penuh gejolak, kehadiran sahabat membuat kita jadi lebih kuat dan merasa lebih berarti. (*)

 

Sumber:
National Today
United Nations

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.