Kantong plastik yang tampak sepele bisa menjadi ancaman serius bagi lingkungan hidup kita. Karena itulah, setiap tanggal 3 Juli, dunia memperingati Hari Bebas Kantong Plastik Internasional sebagai momen penting untuk meningkatkan kesadaran akan dampak plastik terhadap bumi.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, International Plastic Bag Free Day atau Hari Bebas Kantong Plastik Internasional diperingati setiap tahun pada 3 Juli.
Peringatan ini mengajak seluruh masyarakat dunia mengurangi penggunaan kantong plastik dan mendorong penggunaan alternatif yang lebih bekelanjutan.
Kantong plastik dikenal sebagai salah satu limbah paling sulit terurai, diperlukan waktu hingga 500 tahun agar kantong plastik benar-benar terurai di alam.
Kantong plastik sering kali ditemukan mencemari lautan yang berakibat fatal bagi kehidupan laut.
AKSI GLOBAL DEMI BUMI
Hari Bebas Kantong Plastik Internasional mengajak seluruh masyarakat dunia—baik individu, komunitas, bisnis, maupun pemerintah—untuk bersama-sama berkomitmen mengurangi ketergantungan terhadap plastik dan beralih ke gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Peringatan ini merupakan bagian dari gerakan global “Break Free from Plastic” yang dimulai pada 2009. Sejak itu, tanggal 3 Juli menjadi peristiwa penting dalam kalender lingkungan dunia.
Didukung oleh berbagai organisasi lingkungan internasional, peringatan ini menjadi bagian dari upaya global untuk memerangi polusi plastik, melindungi kehidupan laut, dan mempromosikan kehidupan yang berkelanjutan.
SEJARAH SINGKAT KANTONG PLASTIK
Plastik sendiri mulai mendominasi kehidupan modern sejak akhir Revolusi Industri. Polietilena—bahan utama kantong plastik—pertama kali ditemukan secara tidak sengaja pada 1933 di sebuah pabrik kimia di Northwich, Inggris.
Pada 1965, tas belanja polietilena dipatenkan oleh perusahaan Swedia, Celloplast. Tas plastik rancangan insinyur Sten Gustaf Thulin ini dengan cepat mulai menggantikan tas kain dan kertas di Eropa.
Setelah menguasai 80% pasar tas di Eropa, tas plastik mulai merambah pasar Amerika Serikat pada 1979. Secara agresif, produk ini dipromosikan sebagai tas belanja yang lebih unggul.
Kantong plastik menjadi salah satu kontributor utama pencemaran laut, bahkan menyebabkan kematian penyu laut yang mengira kantong plastik sebagai ubur-ubur.
GERAKAN DUNIA MELAWAN PLASTIK
Pada 1997, temuan Great Pacific Garbage Patch oleh peneliti Charles Moore membuktikan betapa seriusnya dampak sampah plastik di lautan.
Pada 2002, Bangladesh menjadi negara pertama yang melarang penggunaan kantong plastik tipis setelah ditemukan kantong plastik berperan penting dalam menyumbat sistem drainase selama banjir besar.
Langkah Bangladesh kemudian diikuti oleh Afrika Selatan, Rwanda, Tiongkok, Australia, dan Italia.
Hingga kini, gerakan bebas plastik—yang dimulai pada September 2016—telah melibatkan lebih dari 1.500 organisasi di seluruh dunia.
Semuanya memiliki tujuan yang sama: mengurangi ketergantungan terhadap plastik demi masa depan bumi yang lebih aman bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
Sahabat Lansia, bumi adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga dan rawat dengan mengurangi penggunaan plastik dalam bentuk apa pun. Yuk, mulai sejak sekarang! (*)
#HariBebasKantongPlastikInternasional, #BebasPlastik
Sumber:
Awareness Days, National Today
Foto:
Freepik


Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




