14 Juni – Hari Donor Darah Sedunia: DONORKAN DARAH, BERIKAN HARAPAN

14 Juni – Hari Donor Darah Sedunia: DONORKAN DARAH, BERIKAN HARAPAN

Tanggal 14 Juni diperingati sebagai Hari Donor Darah Sedunia. Donorkan darah, berikan harapan: bersama kita selamatkan nyawa.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, setiap tanggal 14 Juni kita memperingati Hari Donor Darah Sedunia, sebuah penghormatan global bagi jutaan pendonor sukarela yang telah memberikan harapan dan kesempatan hidup bagi sesama.

Selain sebagai bentuk terima kasih, World Blood Donor Day (WBDD) atau Hari Donor Darah Sedunia juga bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya darah yang aman dalam pelayanan kesehatan.

Setiap tahun, jutaan pasien di seluruh dunia bergantung pada transfusi darah. Harapan pun mengalir dari setiap tetes darah yang didonorkan.

Karena itulah, Hari Donor Darah Sedunia 2025 mengangkat tema: “Give blood, give hope: together we save lives”—Donorkan darah, berikan harapan: bersama kita selamatkan nyawa.

 

Darah yang aman menyelamatkan nyawa. Satu kali donor dapat membantu menyelamatkan hingga tiga nyawa. (Pesan Utama WBDD 2025)

 

SEJARAH HARI DONOR DARAH SEDUNIA

Hari Donor Darah Sedunia pertama kali diperingati pada 2004. Setahun kemudian, pada Majelis Kesehatan Dunia ke-58 tahun 2005, peringatan ini secara resmi ditetapkan sebagai acara global tahunan.

Pemilihan tanggal 14 Juni sebagai Hari Donor Darah Sedunia merujuk pada hari kelahiran Karl Landsteiner (1868—1943), ilmuwan asal Austria-Amerika yang dijuluki Bapak Kedokteran Transfusi.

Pada 1901, Landsteiner menemukan sistem golongan darah ABO, yang menjelaskan reaksi penolakan dalam transfusi dan membuka jalan bagi transfusi darah yang aman. Atas jasanya, ia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada 1930.

Pada 1940, Landsteiner bersama Alexander S. Wiener juga menemukan sistem golongan darah Rhesus (Rh) yang juga menjadi faktor penting dalam proses transfusi darah.

 

MENGAPA PENTING HARI DONOR DARAH SEDUNIA?

Peringatan Hari Donor Darah Sedunia setiap tahun bukan sekadar bentuk penghormatan bagi para pendonor yang telah berjasa.

Lebih dari itu, momen ini menjadi ajakan bagi masyarakat luas untuk ikut berperan aktif sebagai pendonor darah sukarela.

Donor darah sukarela yang dilakukan secara rutin dan tanpa imbalan berperan penting dalam menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kesehatan.

Peringatan Hari Donor Darah Sedunia mengajak dunia untuk lebih sadar akan pentingnya ketersediaan dan penggunaan darah yang aman.

Kesadaran tersebut tidak hanya menyasar individu, tetapi juga mendorong negara dan lembaga kesehatan untuk memperkuat sistem layanan darah nasional.

Sahabat Lansia, jika kamu berusia 18—65 tahun, memiliki berat badan minimal 50 kg, dan berada dalam kondisi sehat, kamu bisa menjadi pendonor darah.

Tentunya, masih ada beberapa persyaratan tambahan lagi. Untuk info lengkap mengenai persyaratan menjadi pendonor, kamu bisa melihat langsung di sini: Siapa yang Bisa Donor Darah? – WHO (*)

 

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.