Covid-19 belum berakhir. Tak sedikit mitos tentang Covid-19 yang beredar. Ketahui faktanya.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, Covid-19 belum berakhir. Ada yang bilang, Covid-19 sudah tidak menjadi ancaman serius lagi. Masa, sih? Jangan percaya mitos yang beredar, ya! Ketahui faktanya.
Mitos 1 | Sekarang Covid-19 tidak menjadi ancaman serius lagi.
FAKTA: Para ilmuwan sudah jauh lebih paham soal Covid-19 dibanding saat pertama kali muncul. Kita juga sudah punya vaksin, obat, tes yang lebih baik, dan perawatan yang efektif.
Namun, Covid-19 masih bisa sangat berbahaya, terutama bagi lansia 65 tahun ke atas dan mereka yang memiliki kondisi medis atau penyakit lain.
Para ilmuwan juga masih mempelajari tentang long COVID, yaitu gejala yang bisa bertahan lama, bahkan sampai bertahun-tahun.
Mitos 2 | Jika sudah pernah kena Covid-19 akan menjadi kebal.
FAKAT: Siapa pun dapat tertular Covid-19 lebih dari satu kali, karena virusnya terus bermutasi (berubah bentuk). Jadi, meskipun pernah terinfeksi, tidak berarti benar-benar kebal.
Vaksin adalah cara yang dapat diandalkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Sekalipun pernah kena Covid-19 sekali atau lebih, tetaplah mendapatkan vaksin terbaru.
Mitos 3 | Vaksin Covid-19 tidak aman.
FAKTA: Semua vaksin, termasuk vaksin Covid-19, harus menjalani uji klinis ketat untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya, juga harus disetujui oleh lembaga resmi. Vaksin Covid-19 aman dan efektif.
Mitos 4 | Vaksin malah bikin orang jadi kena Covid-19.
FAKTA: Tidak ada satu pun vaksin Covid-19 yang mengandung virus hidup penyebab penyakitnya. Jika merasa lelah atau demam ringan setelah vaksinasi, itu tanda tubuh sedang membangun daya tahan. Jadi, vaksin tidak bisa membuat kita terkena Covid.
Mitos 5 | Kekebalan kelompok akan menghentikan penyebaran Covid-19.
FAKTA: Kekebalan kelompok (herd immunity) terjadi ketika cukup banyak orang kebal terhadap suatu penyakit untuk menghentikan penyebarannya ke seluruh populasi.
Banyak orang memang sudah kebal terhadap varian Covid yang lama, baik karena vaksinasi, pernah terinfeksi, atau keduanya.
Namun, virus Covid berubah dengan cepat, seperti flu. Jadi, cara terbaik untuk mengendalikannya adalah dengan mendapatkan vaksin dan tetap mengikuti vaksinasi terbaru.
Mitos 6 | Suplemen vitamin dan mineral dapat menyembuhkan Covid-19.
FAKTA: Vitamin D dan C serta mineral zinc membantu menjaga sistem kekebalan tubuh kita bekerja secara optimal. Kekurangan nutrisi ini mungkin membuat kita lebih rentan terhadap berbagai jenis infeksi.
Namun, belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat bahwa vitamin, mineral, atau suplemen makanan lainnya dapat mencegah atau menyembuhkan Covid.
Mitos 7 | Vaksin Covid-19 dapat mengubah DNA kita.
FAKTA: Vaksin hanya memberi “petunjuk” kepada sel tubuh untuk mengenali bagian dari virus Covid, lalu tubuh membentuk antibodi. DNA kita tidak terganggu sama sekali. Setelah antibodi terbentuk, sisa bahan vaksin akan hilang dari tubuh.
Mitos 8 | Tes Covid-19 yang negatif berarti tidak terinfeksi.
FAKTA: Tes Covid di rumah tidak selalu akurat 100%. Tes antigen cepat paling efektif jika virus di tubuh sedang banyak. Jadi, kalau hasilnya negatif tapi memiliki gejala Covid, ulangi tes sesuai petunjuk pada kemasannya. Paling baik, sih, lakukan tes di apotek atau klinik dokter. Kalau hasilnya positif, kemungkinan besar akurat. (*)
Sumber:
WebMD (18/3/2025)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




