Penelitian menemukan, bubuk hijau kuno ini dapat membantu menjaga kesehatan otak dan jantung, serta memperlambat proses penuaan dan meningkatkan penuaan yang sehat.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, secangkir teh matcha di pagi atau sore hari, bukan hanya nikmat, tetapi juga menyehatkan. Setidaknya terdapat 7 manfaat kesehatan dari teh matcha.
Selama berabad-abad, orang-orang di Asia, terutama di Cina dan Jepang, telah meminum teh hijau bubuk yang terbuat dari tanaman Camellia sinensis ini. Sekarang, bubuk hijau matcha juga dapat dinikmati dalam berbagai variasi, baik panas maupun dingin.
Para peneliti percaya, banyak manfaat kesehatan potensial dari matcha berasal dari tingginya konsentrasi polifenol, senyawa antioksidan yang ditemukan dalam tanaman. Berikut 7 manfaat kesehatan dari teh matcha.
1 | Menjaga kesehatan otak lansia.
Studi di Jepang (2020) menunjukkan, perempuan lansia yang minum matcha setiap hari selama dua minggu mengalami peningkatan memori episodik dan fungsi tubuh secara keseluruhan. Tak demikian halnya dengan pria lansia.
Penelitian lain juga mendukung manfaat matcha pada memori, fungsi kognitif, dan peningkatan fokus. Namun, manfaat terbesar sejauh ini ditemukan pada perempuan. Dibutuhkan studi lebih lanjut untuk memastikan khasiat matcha bagi kesehatan otak,
2 | Meningkatkan kesehatan usus.
Kandungan polifenol dalam matcha berpengaruh baik untuk kesehatan usus.
Menurut ahli, setelah dua minggu mengonsumsi satu teh matcha sehari, perubahan sering kali terjadi pada mikrobioma usus—kumpulan bakteri baik yang berperan penting dalam mencegah berbagai penyakit, seperti diabetes, obesitas, dan gangguan hati.
3 | Menurunkan risiko penyakit jantung.
Beberapa penelitian menemukan sifat antioksidan dan anti-inflamasi dalam matcha dapat memperkuat kesehatan jantung.
Selain itu, penelitian terkini mengenai vitamin tertentu dalam matcha, termasuk vitamin C, mendukung sifat pencegahan teh terhadap aterosklerosis. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi efek ini.
4 | Mengurangi stres.
Sebuah analisis studi (2023) dalam Current Research in Food Science menemukan, matcha dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan.
Mungkin karena tingginya kadar L-theanine dalam matcha, asam amino yang dikaitkan dengan suasana hati yang lebih baik dan tingkat stres yang lebih rendah..
5 | Mendukung sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat.
Khasiat antiperadangan matcha mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat, sementara peningkatannya yang nyata dalam kesehatan usus juga memperkuat respons kekebalan tubuh.
6 | Memperlambat proses penuaan.
Katekin yang ditemukan dalam matcha membantu melindungi sel dari stres oksidatif, yang berpotensi memperlambat proses penuaan.
Meskipun manfaat ini terutama ditemukan di otak, matcha juga dapat memperlambat penuaan di sel lain.
7 | Menurunkan risiko kanker tertentu.
Salah satu manfaat terbaru dari matcha adalah potensinya untuk menurunkan risiko kanker.
Studi awal pada hewan menunjukkan, matcha dapat mengganggu regulasi siklus sel kanker. Sebagian besar studi melihat dampak matcha pada sel kanker payudara.
Akan tetapi, masih banyak penelitian pada manusia yang perlu dilakukan untuk membuktikan manfaat ini. Studi pada hewan tidak selalu memberikan manfaat pada manusia.
Cukup 1—2 Cangkir Saja
Matcha memiliki konsentrasi kafein yang lebih tinggi daripada teh lainnya, tetapi tidak sebanyak kopi.
Minum terlalu banyak matcha—terutama bagi mereka yang sensitif terhadap kafein—dapat menyebabkan kecemasan, tekanan darah tinggi, kesulitan tidur, dan detak jantung lebih cepat.
Selain itu, matcha juga memiliki konsentrasi fluorida yang tinggi. Fluorida dalam jumlah besar telah dikaitkan dengan nyeri sendi, tulang rapuh, dan diare. Namun, fluorida dalam jumlah yang signifikan harus dikonsumsi untuk merasakan efek negatif ini.
Untuk amannya, cukup minum teh matcha 1—2 cangkir saja sehari dan lebih baik tanpa tambahan gula.
Sumber:
AARP (18/4/2024)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




