Kebutuhan tidur 7-9 jam setiap hari, bermanfaat meningkatkan daya ingat, membantu pengambilan keputusan dan memperbaiki kadar gula darah.
Sahabat Lansia, memasuki usia senja, banyak yang mengeluhkan sulit tidur. Padahal tidur merupakan elemen penting yang dibutuhkan tubuh, agar otak dapat bekerja secara maksimal, sehingga lebih mampu mengambil keputusan yang tepat. Selain juga mampu memperbaiki kadar gula darah pada tubuh. Tidak hanya itu, lansia yang dapat tidur secara teratur dan memiliki kualitas tidur yang baik, juga menikmati kesehatan tubuh yang lebih baik dalam jangka panjang dan lebih terlindungi dari penyakit kardiovaskular dan obesitas.
Nah, untuk meningkatkan kualitas tidur lansia, berikut 10 strategi yang dapat diterapkan.
1.Pemilihan cahaya lampu yang tepat.
Cahaya membantu mengatur siklus siang-malam tubuh, disebut sebagai “ritme sirkadian.” Contohnya, di pagi hari ketika mendapat paparan sinar matahari adalah cara yang baik untuk memberi tahu tubuh bahwa saat itu siang hari, sekaligusuntuk menekan hormon kantuk. Sebaliknya, ketika menghindari cahaya terang membantu otak melepaskan melatonin, hormon “rasa kantuk”. Untuk pengantar tidur, bacalah buku cetak, dan hindari membaca iPad atau HP.
2.Olahraga.
Olahraga dan tidur memiliki hubungan dua arah. Dengan berolahraga, umumnya tidur akan menjadi lebih nyenyak. Sementara, dengan tidur yang cukup, maka tubuh lebih siap melakukan aktivitas olahraga.
3.Dinginkan suhu ruang tidur.
Menjelang waktu tidur, tubuh sebenarnya sedikit mendingin. Suhu malam yang lebih dingin membantu tidur lebih nyenyak. Menjadikan ruang tidur memiliki suhu yang sejuk 18-20 derajat Celcius adalah salah satu cara untuk mempersiapkan tubuh untuk tidur yang optimal.
4.Hindari stimulan.
Hindari mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti teh dan kopi. Tubuh membutuhkan waktu sekitar enam jam untuk memecah setengah kafein dalam kopi. Jika minum kopi pada pukul 3 sore, setengah dari kafein masih mengalir di tubuh pada pukul 9 malam. Jika ingin tidur yang menyegarkan, jangan minum kopi/teh dan cola sebelum tengah hari.
5.Lakukan rutinitas waktu tidur.
Menenangkan diri sebelum tidur mwmbawa manfaat untuk tubuh. Cobalah mandi air hangat dan minum teh pepermin satu jam sebelum tidur. Lanjutkan, dengan membaca buku ringan sebelum tidur. Memiliki waktu tidur yang konsisten akan membantu ritme sirkadian.
6.Bangun di waktu yang sama setiap pagi.
Dengan menciptakan kebiasaan bangun tidur pada waktu yang sama setiap hari, menyebabkan otak menjadi terbiasa dan mampu membaca kebiasaan Meskipun mengejar ketertinggalan di akhir pekan mungkin tampak seperti ide yang bagus, hal ini dapat mengganggu tidur Anda untuk malam berikutnya. Salah satu perubahan yang direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah bangun di waktu yang sama setiap hari sehingga otak Anda tahu apa yang diharapkan.
7.Hindari tidur siang.
Jika mengalami kesulitan tidur di malam hari, hindari tidur siang. Tidur siang membuat tubuh lebih segar dan terjaga di malam hari. Lakukan aktivitas yang cukup melelahkan, agar malam lebih nyenyak tidurnya.
8.Beli kasur yang tepat.
Pilih Kasur yang nyaman. Untuk lansia, pilihlah yang tidak terlalu empuk, sehingga mampu menopang tulang belakang dengan baik. Ketika Kasur terlalu lunak, dikhawatirkan beban tubuh malah tertumpu pada tulang belakang, sehingga membuat tubuh pegal-pegal dan tidak nyaman. Sehingga dapat menganggu kualitas tidurnya.
Sumber : sixtyandme.com
Foto: freepik.com

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




