KEMAMPUAN MENGINGAT BERKURANG, TAK SELALU BERARTI DEMENSIA

KEMAMPUAN MENGINGAT BERKURANG, TAK SELALU BERARTI DEMENSIA

Meski perubahan kognitif memang terjadi seiring usia bertambah, perubahan tersebut tidak sama dengan yang terlihat pada individu yang mengalami demensia. Yuk, kenali perbedaannya!

Dunialansia.com – Seiring usia bertambah, kita mungkin mengalami hal-hal berikut ini:

  • Perlu lebih banyak waktu untuk mempelajari hal-hal baru.
  • Melupakan banyak hal dari waktu ke waktu.
  • Merasa multitasking lebih sulit.
  • Memerlukan sedikit waktu ekstra untuk memproses informasi atau memecahkan masalah.
  • Lupa sepatah kata di sana-sini saat mengobrol.

Itu adalah efek normal penuaan pada memori, pikiran, atau keterampilan sosial. Ini sangat berbeda dari kondisi demensia. Misalnya, kita lupa membayar tagihan bulanan. Mungkin kita lupa waktu atau terlalu sibuk dengan hal-hal lain, sehingga kita lupa waktunya sudah lewat. Jenis kelupaan ini khas dan dapat terjadi pada orang-orang dari segala usia.

Sebaliknya, seseorang dengan kondisi demensia mungkin terus kesulitan mengingat untuk membayar tagihan atau mungkin lupa langkah-langkah yang diperlukan dalam pembayaran tagihan. Jenis kelupaan ini dapat memengaruhi gaya hidup seseorang secara signifikan.

GEJALA LAIN DEMENSIA

Demensia sebenarnya bukan penyakit spesifik, melainkan sekelompok gejala yang memengaruhi hal-hal, seperti kemampuan berpikir dan ingatan. Demensia terjadi ketika penurunan dalam ingatan, keterampilan berpikir, atau keterampilan sosial menjadi cukup parah sehingga aktivitas dan fungsi seseorang sehari-hari terpengaruh.

Penting diingat, gejala demensia tidak hanya melibatkan kehilangan ingatan. Gejala lain yang harus diwaspadai dapat meliputi:

  • Masalah melakukan tugas yang kompleks atau yang melibatkan perencanaan atau pemecahan masalah.
  • Masalah komunikasi, yang dapat mencakup kesulitan dalam mengikuti atau melakukan percakapan.
  • Perubahan nyata dalam kepribadian atau suasana hati seseorang.
  • Periode kebingungan atau disorientasi.
  • Penurunan koordinasi atau fungsi motorik.

Jika demensia didiagnosis pada tahap awal, terkadang dapat diperlambat dan dalam beberapa kasus, bahkan dihentikan atau diperbaiki (bergantung pada penyebabnya). Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter bila menunjukkan penurunan memori atau keterampilan kognitif lain yang secara signifikan memengaruhi kehidupan sehari-hari.  (*)

Sumber:
www.healthline.com

Foto:
Freepik.com

Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.