Pisahkan di Awal Sebelum Sayang: Gerakan Sosial #MakanBijak dari Mylanta®

Pisahkan di Awal Sebelum Sayang: Gerakan Sosial #MakanBijak dari Mylanta®

Menerapkan kebiasaan makan secara bijak, termasuk di saat bulan puasa, akan menjaga kesehatan perut, sekaligus mengurangi sampah.

dunialansia.com – Sobat Muda, sering kali saat berbuka puasa, kita merasa sangat lapar hingga akhirnya mengonsumsi makanan dengan porsi berlebihan. Sayangnya, sebagian orang—termasuk lansia—tidak mampu menghabiskan makanan tersebut, sehingga sisa makanan cenderung akan dibuang dan menjadi sampah. Dinas Kebersihan DKI Jakarta (2016) mengungkapkan adanya peningkatan volume sampah sebesar 10% hanya pada 10 hari pertama Ramadan, yang didominasi oleh sampah organik seperti sisa makanan.

Untuk sebagian orang yang memaksakan dirinya agar mampu menghabiskan makanan tersebut daripada membuangnya, tentu berdampak tak baik karena mengonsumsi makanan secara berlebihan tidak baik untuk perut.

“Mengonsumsi makanan berlebihan dapat menimbulkan rasa begah dan tidak nyaman pada perut. Ketidaknyamanan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat berpuasa. Puasa yang seharusnya dapat dijadikan momen emas untuk ibadah sambil detoks, mencegah dan menurunkan inflamasi (radang) dan obesitas, bisa gagal karena makan berlebihan selama bulan puasa. Seharusnya puasa dapat menjadikan penduduk lebih sehat dan lebih hemat atau tidak boros,” kata Prof. Hardinsyah, MS, PhD., Ketua PERGIZI Pangan Indonesia dalam acara temu media #MakanBijak di Eat & Eat FX Sudirman, Jakarta (03/05/2019).

MAKAN BIJAK DENGAN MEMBAWA KOTAK MAKAN SENDIRI

Melihat korelasi antara mengonsumsi makanan berlebihan versus membuang-buang makanan, Mylanta®, salah satu produk unggulan PT Johnson & Johnson Indonesia, menyadari pentingnya edukasi berkesinambungan mengenai makan secara bijak. Tahun ini Mylanta® kembali menggiatkan gerakan sosial #MakanBijak untuk mengajak masyarakat Indonesia agar “makan secara bijak” (tidak berlebihan) guna menjaga kesehatan perut dan membantu mengurangi sampah.

“Tahun ini, kami mengingatkan masyarakat Indonesia untuk menerapkan #MakanBijak dengan cara yang lebih menarik, yaitu dengan membawa kotak makan sendiri (Bring Your Own Box). Tujuannya agar Anda dapat memisahkan dan menyimpan sebagian porsi makanan yang telah dipesan di awal—apabila terlalu banyak porsinya dan tidak dapat dihabiskan sekaligus—sehingga makanan tersebut tidak akan terbuang percuma, sekaligus tidak membuat Anda mengonsumsi makanan secara berlebihan,” papar Dinda Parameswari, Associate Brand Manager Mylanta®.

Gerakan #MakanBijak yang diprakarsai oleh Mylanta® ini dimulai sejak tahun 2018, bekerja sama dengan Eat & Eat. Grace Yohana, Marketing Manager Eat & Eat mengatakan, “Kami sadar bahwa gerakan #MakanBijak sangat penting untuk dilakukan, terutama saat bulan puasa, sehingga kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan Mylanta® demi kebaikan perut dan lingkungan. “ Apalagi, jumlah pengunjung Eat & Eat selama bulan Ramadan meningkat karena masyarakat cenderung membeli makanan lebih banyak saat berbuka puasa dan juga banyaknya pilihan makanan yang menarik serta menggugah selera. Sayangnya, ada saja makanan yang tersisa dan tidak semua tenant dapat segera melayani permintaan untuk membungkus makanan.

Dengan membawa tempat makan sendiri, selain makanan tidak terbuang percuma, juga dapat membantu menghindari dan mengurangi sampah yang diakibatkan oleh tempat makanan yang dapat merusak lingkungan, sehingga mengurangi masalah lingkungan secara tidak langsung. Namun, insiatif untuk membawa tempat makan ini tidak hanya dilakukan selama bulan puasa, lo. Mylanta® mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadikan perilaku ini sebagai kebiasaan yang dilakukan terus-menerus sehingga dapat membantu mengurangi sampah dan juga konsumsi makanan yang berlebihan. (SP)

Foto:
Dok. Mylanta®

Tim DuLan
EDITOR
PROFIL
Berbagi itu indah

Tulisan Lainnya