Buka Bersama: Ajak Lansia Asah Daya Ingat

Buka Bersama: Ajak Lansia Asah Daya Ingat

Sobat Muda Peduli Lansia, bulan Ramadan menjadi salah satu waktu yang tepat untuk kumpul bersama dengan seluruh anggota keluarga. Ajang kumpul keluarga ini dilakukan saat buka puasa, atau yang populer dengan istilah buk-ber atau buka bersama.

Sobat Muda Peduli Lansia, bulan Ramadan menjadi salah satu waktu yang tepat untuk kumpul bersama dengan seluruh anggota keluarga. Ajang kumpul keluarga ini dilakukan saat buka puasa, atau yang populer dengan istilah buk-ber atau buka bersama. Umumnya, tidak hanya ayah, ibu dan anak-anaknya yang berkumpul bersama untuk berbuka, tapi juga mengajak kakek-nenek serta om-tante, juga anggota keluarga lainya.

Ada banyak manfaat yang bisa diraih melalui kegiatan ini. Tidak hanya bagi anak-anak, tapi juga untuk kakek neneknya. Agar acaranya berlangsung meriah, tak ada salahnya bila dibentuk panitia kecil yang melibatkan lintas generasi. Berikan tugas sesuai dengan kemampuannya. Tentukan tema yang bisa membuat acara ini menjadi kenangan keluarga yang tak terlupakan. Misalnya, tema, Putih Ramadan Untuk Berbagi Kasih. Rancang acaranya, contoh, diawali dengan kunjungan ke panti asuhan untuk berbagi kasih. Kemudian ditutup dengan berbuka bersama di kediaman salah satu kerabat.

Berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh, pertama adalah belajar berorganisasi dan bertanggung-jawab. Untuk itu, bentuklah panitia dengan melibatkan semua anggota keluarga baik yang berusia muda hingga yang sudah berumur. Bagi menjadi beberapa kelompok. Paparkan tugas dan tanggung jawab masing-masing kelompok. Misal, mintalah kepada anak-anak yang berusia SMP dan SMA merancang menu buka puasa dan menghubungi katering penyedia makanan. Jangan lupa untuk mengingatkan kepada anak untuk melakukan konsultasi dengan orangtua saat akan mengambil keputusan.

Sedangkan untuk anak-anak yang masih sekolah di TK dan SD bertugas mengumpulkan buku cerita, mainan atau barang-barang pribadinya yang sudah tidak digunakan dan masih bagus kondisinya untuk disumbangkan ke panti asuhan. Nah, khusus untuk yang sudah berusia lanjut, tugasnya lebih istimewa lagi, yakni sebagai pendongeng untuk mengisi acara saat pertemuan di panti asuhan. Tema cerita yang diangkat untuk didongengkan sebaiknya berkaitan dengan bulan Ramadan. Bisa jadi dongengnya hanya sekadar pengalaman saat berpuasa di masa kanak-kanak dulu. Boleh-boleh saja karena tetap ada teladan yang bisa diambil.

Kesempatan mendongeng ini sangat berguna bagi anggota keluarga yang sudah berumur. Salah satu manfaatnya untuk melatih daya ingat kakek – nenek. Apalagi bila kakek – nenek memiliki pengalaman yang berkesan. Pengalaman itu akan menjadi materi cerita yang seru. Sebaiknya, saat kakek – nenek bercerita berikan respon yang positif. Misalnya, dengan mengajukan pertanyaan, yang mampu mengali kembali ingatan kakek – nenek. Contoh, “Saat sahur, Mama susah nggak dibanguninnya? Mau bantuin masak nggak?”

Tak hanya itu, menurut Tracy Layden dalam The Family Dinner Project Org, meminta kakek-nenek untuk bercerita akan menyenangkan bagi mereka, karena menjadikannya pusat perhatian dan sosok yang dipentingkan. Ini tentunya akan membangkitkan kembali rasa percaya dirinya. Selain itu, bercerita tentang sejarah keluarga bermanfaat pula bagi anak-anak karena menjadikan anak-anak tangguh sebab mengetahui cerita seputar leluhurnya.

Lebih dari itu, manfaat utama dari Buk-Ber adalah mempererat tali silaturahmi. Kesibukan menjalankan tugas di kantor, terkadang membuat manusia juga memiliki keterbatasan waktu untuk menjalin silaturahmi. Karenanya kegiatan berbuka bersama ini, dapat menjadi kesempatan berkumpul bersama anggota keluarga lain dan dapat menjadi ajang untuk memperat kembali tali silaturahmi. Setiap anggota keluarga akan saling bertukar cerita, sehingga masing-masing mengetahui kabar anggota keluarga yang lain. Lakukan komunikasi secara terbuka sehingga anggota keluarga yang lain pun mengetahui kondisi setiap anggota keluarnya secara nyata.

Berbagi itu indah

Tulisan Lainnya