Perempuan Lebih Berisiko Mengalami Demensia Alzheimer

Perempuan Lebih Berisiko Mengalami Demensia Alzheimer

Demensia, biasanya terjadi pada usia 65 tahun atau lebih. Demensia yang paling sering adalah Demensia Alzheimer dan perempuan ternyata lebih berisiko mengalaminya.

dunialansia.com – Sobat Muda Peduli Lansia, satu hal yang tak dapat kita hindari seiring dengan bertambahnya usia, yaitu penuaan dan kondisi ini mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi berbagai organ.

“Ketika semakin lanjut usia, bukan hanya fungsi motorik tubuh yang sudah tidak lagi optimal, tetapi juga daya pikir dan daya ingat akan mengalami penurunan,” kata dr. Sheila Agustini, Sp.S. dalam acara Talk Show Orang Muda Peduli Lansia dengan tema “Menjadi Lansia yang SMART”, kerja sama dunialansia.com dengan RS Mayapada Lebak Bulus Jakarta Selatan dan Komunitas Sahabat Lansia Tangguh (27/04).

Nah, penurunan fungsi berpikir (kognitif) yang progresif dan menganggu aktivitas sehari-hari (activity daily living) alias Demensia, biasanya terjadi pada usia 65 tahun atau lebih. Demensia yang paling sering adalah Demensia Alzheimer dan perempuan ternyata lebih berisiko mengalaminya.

Untuk itu, Sheila mengajak seluruh peserta Talk Show Orang Muda Peduli Lansia mengenali faktor risiko Demensia Alzheimer. Sebagian besar faktor risikonya bisa dimodifikasi, seperti: penyakit stroke, hipertensi, diabetes, dan jantung; kolesterol, obesitas, malnutrisi, merokok, kurang olahraga, riwayat trauma kepala, depresi, serta alkohol dan napza. Sementara faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi adalah usia, gender, dan genetik.

Dengan mengenali faktor risikonya, maka kita dapat mencegah terjadinya Demensia Alzheimer. Apalagi Demensia Alzheimer memiliki disease-burden yang besar, baik dari segi finansial maupun kualitas hidup, sehingga upaya preventif menjadi sangat penting dilakukan, termasuk upaya skrining awal.

Upaya pencegahan dilakukan dengan kontrol terhadap faktor risiko, stop merokok, berolahraga, stimulasi kognitif, nutrisi sehat dan seimbang, istirahat cukup, dan manajemen stres.

Di akhir presentasinya, Sheila mengutip perkataan suaminya yang juga seorang neurolog, Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), “Menjadi tua itu suatu kepastian, namun menjadi tua yang sehat adalah suatu pilihan.” *

Foto:
Freepik.com

Tim DuLan
EDITOR
PROFIL
Berbagi itu indah

Tulisan Lainnya