Nonton Sepak Bola Di Usia Muda, Demensia Menjauh Di Saat Lansia

Nonton Sepak Bola Di Usia Muda, Demensia Menjauh Di Saat Lansia

Ternyata, menonton pertandingan sepak bola, baik secara langsung maupun tidak, dapat menjaga otak tetap aktif dan mempertahankan memori dengan baik.

dunialansia.com – Sobat Muda Peduli Lansia, berbahagialah kita para pencinta sepak bola. Karena, hanya dengan menonton sepak bola di televisi saja, kita sudah bisa terhindar dari demensia di usia senja. Demensia adalah istilah umum untuk penurunan kemampuan mental yang cukup berat hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, semisal kehilangan memori/ingatan.

“Menonton sepak bola menjaga otak tetap aktif dengan terus merangsang saraf otak bekerja membentuk ingatan emosional,” kata Prof. Alistair Burns, Direktur Departemen Demensia NHS (National Health Service), Inggris.

Kala menyaksikan klub sepak bola kesayangan tengah berjuang, biasanya emosi kita, kan, ikut terlibat. Kita akan bersorak kegirangan bak anak balita mendapat hadiah yang sangat diimpi-impikan, manakala menyaksikan klub sepak bola favorit kita berhasil mencetak gol atau sebaliknya sedih luar biasa ketika kalah, bahkan marah saat tahu ada kecurangan dari pihak lawan.

Nah, perasaan bahagia, marah, atau sedih akan disimpan dalam amigdala yang menjadi pusat kontrol emosi. Sedangkan setiap elemen yang membentuk suatu memori (seperti: di mana, pertandingan apa, dan bersama siapa kita menonton) akan disimpan di dalam hipokampus. Amigdala dan hipokampus merupakan bagian otak yang saling berhubungan, sehingga dalam prosesnya akan menciptakan ingatan emosional. Ingatan ini bisa diputar kembali sewaktu-waktu ketika kita merasakan emosi yang serupa di kemudian hari.

TERHINDAR DARI RISIKO DEMENSIA DAN DEPRESI

Ingatan emosional merupakan salah satu dari dua jenis memori utama dalam otak manusia. Ingatan emosional jauh lebih kuat daripada memori/ingatan biasa, bahkan sangat kuat menempel di otak. Itulah mengapa, kita bisa mengingat kembali setiap momen spesifik, baik secara sengaja maupun tidak, hingga bertahun-tahun kemudian. Terbukti, banyak orang masih bisa mengenang secara detail momen-momen pertandingan Piala Dunia atau pertandingan sepak bola lainnya yang mereka saksikan di tahun-tahun lampau.

Prof. Burns menjelaskan, ketika kita mengingat suatu momen yang spesifik, otak akan langsung berbarengan mengaktifkan emosi yang terkait dengan hal tersebut. Ketika kita mencoba mengingat atau menonton kembali siaran ulang pertandingan sepak bola akan membangkitkan emosi yang sama seperti waktu pertama kali mengalaminya. Jadi, nonton bola dapat membantu kita untuk memiliki ingatan emosional dan memungkinkan otak mengaktifkan lagi kenangan terkait momen itu di masa depan, yang berpotensi memperkuat aktivitas otak tetap aktif di masa tua.

Kemampuan memutar kembali ingatan positif atau detail momen-momen hebat terkait pertandingan bola yang pernah ditonton, ungkap peneliti, dapat mengurangi tingkat keparahan demensia atau malah mencegah risiko kemunculan demensia di saat lansia. Tak hanya itu, kemampuan memutar kembali kenangan bahagia sehabis nonton bola juga bisa mencegah risiko depresi dan kesepian di usia lanjut. (*)

Sumber:
Huffington Post

Foto:
freepik.com

Tim DuLan
EDITOR
PROFIL
Berbagi itu indah

Tulisan Lainnya