Setiap 10 September, dunia memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia. Sebuah fakta mengejutkan terungkap dari penelitian terbaru: angka bunuh diri tertinggi justru ada pada pria lansia.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, setiap tahun, pada 10 September, baik individu maupun organisasi di seluruh dunia bersatu memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia atau World Suicide Prevention Day (WSPD).
Ditetapkan pada 2003 oleh Asosiasi Internasional untuk Pencegahan Bunuh Diri (IASP) bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), WSPD bertujuan meningkatkan kesadaran bahwa bunuh diri dapat dicegah.
TEMA TIGA TAHUNAN
“Mengubah Narasi Bunuh Diri” adalah tema tiga tahunan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia (2024—2026). Tema ini berarti mengubah kesunyian, stigma, dan kesalahpahaman menjadi keterbukaan, empati, dan dukungan.
Perubahan ini mengajak semua pihak untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada pencegahan, seperti dekriminalisasi bunuh diri dan strategi nasional yang jelas.
Selain itu, mengambil tindakan nyata melalui pelatihan, berbagi cerita, serta memberi perhatian pada orang-orang terdekat. Yang juga penting adalah akses layanan kesehatan mental harus dijamin bagi mereka yang terdampak krisis dan konflik.
PRIA LANSIA PALING RENTAN
Bunuh diri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Saat ini diperkirakan ada lebih dari 720.000 kasus bunuh diri per tahun di seluruh dunia.
Menurut sebuah studi terbaru, angka bunuh diri tertinggi justru ada di kalangan pria lansia. Studi ini menggunakan data dari Database Mortalitas WHO.
Para peneliti menganalisis 687.443 kematian akibat bunuh diri pada lansia 65 ke atas di 47 negara dan wilayah selama periode 1996—2021. Jumlah tersebut merupakan bagian dari hampir 3,5 juta kematian akibat bunuh diri di seluruh populasi selama periode tersebut.
Hasilnya menunjukkan, tingkat kematian akibat bunuh diri jauh lebih tinggi pada lansia 65 ke atas dibandingkan kelompok usia lain. Risiko ini jauh lebih besar pada pria lansia daripada wanita lansia.
Beberapa faktor yang terkait dengan tingginya angka bunuh diri meliputi kemiskinan, gangguan penggunaan alkohol, gangguan mental, kepemilikan senjata api, dan penggunaan pestisida di lahan pertanian.
Seiring dengan bertambahnya populasi global yang menua, isu bunuh diri di kalangan lansia semakin mendesak. Para penulis studi menekankan perlunya pemantauan ketat dan strategi tepat sasaran, khususnya bagi kelompok rentan, seperti pria lansia dan mereka yang berada pada usia sangat lanjut.
Sahabat Lansia, Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia mengingatkan kita bahwa bunuh diri bukan sekadar isu individu, melainkan masalah kesehatan masyarakat yang serius.
Dengan kesadaran, dukungan, dan strategi yang tepat, diharapkan angka bunuh diri dapat ditekan, terutama pada kelompok rentan, seperti lansia. (*)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




