Sahabat Sejati, Obat Fisik & Hati: 5 MANFAAT PERSAHABATAN DI USIA LANJUT

Sahabat Sejati, Obat Fisik & Hati: 5 MANFAAT PERSAHABATAN DI USIA LANJUT

Persahabatan bukan sekadar pengisi waktu luang. Persahabatan yang kuat bisa membantu lansia hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih bahagia.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, untuk panjang umur dan sehat, kehidupan sosial juga penting—sama pentingnya dengan pola makan bergizi, cukup tidur, atau olahraga. Persahabatan bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan salah satu fondasi penting untuk menjaga kesehatan di usia lanjut.

Melansir SELF Magazine, berikut ini 5 manfaat persahabatan bagi kesehatan. 

  1. Umur lebih panjang.

Persahabatan yang kuat bisa menjadi kunci umur panjang. Sebuah meta-analisis komprehensif (2010) terhadap 148 studi berbeda menemukan, hubungan sosial yang kuat meningkatkan peluang bertahan hidup sebesar 50%.

Sebaliknya, penelitian menunjukkan, kesepian dan isolasi sosial meningkatkan risiko kematian dini. Bahkan, dampak kesehatan dari kesepian sebanding dengan merokok 15 batang sehari. 

  1. Daya tahan tubuh dan kesehatan fisik lebih kuat.

Kehidupan sosial yang baik membantu memperkuat sistem imun. Menurut penelitian,  kurangnya koneksi sosial dikaitkan dengan risiko penyakit yang lebih tinggi, termasuk penyakit jantung dan stroke.

Orang yang kesepian juga cenderung lebih mudah terserang flu biasa. Penelitian menunjukkan, kurangnya koneksi sosial dapat meningkatkan kerentanan terhadap virus dan penyakit pernapasan, termasuk Covid-19. 

  1. Kesehatan kognitif dan memori yang lebih baik.

Bukti menunjukkan, aktivitas sosial berperan penting dalam menjaga fungsi kognitif, seperti daya ingat, kemampuan visual-spasial, kecepatan pemrosesan, dan kemampuan dalam perencanaan, pengendalian diri, serta mengikuti arahan.

Sebaliknya, kesepian punya pengaruh yang kuat terhadap fungsi otak. Sebuah penelitian selama 12 tahun yang melibatkan lansia menemukan, kemampuan kognitif menurun 20% lebih cepat.

Studi lain menemukan, isolasi sosial dan kesepian kronis meningkatkan risiko penyakit Alzheimer dan demensia. 

  1. Mengurangi risiko stres, kecemasan, dan depresi.

Bertemu sahabat, berbagi cerita, dan tertawa bersama mampu menurunkan tingkat stres dan menjaga suasana hati—yang akhirnya berdampak positif pada kesehatan fisik, seperti menurunkan tekanan darah.

Seiring bertambahnya usia, kita mungkin menghadapi berbagai tantangan—memiliki teman untuk berbagi kekhawatiran dan kegembiraan dapat menjadi sumber penghiburan dan kekuatan.

Terlebih lagi, kesepian dikaitkan dengan meningkatnya risiko kecemasan dan depresi, Tinjauan sistematis terhadap sejumlah studi jangka panjang menemukan, kesepian sering kali memiliki risiko dua kali lipat untuk depresi—bukan hanya pada lansia, tapi juga pada semua kelompok usia. 

  1. Meningkatnya rasa memiliki.

Memiliki teman berarti memiliki rasa keterhubungan, apalagi setelah pensiun atau kehilangan rutinitas harian. Kehadiran teman bisa menjadi alasan untuk bangun pagi, keluar rumah, dan tetap aktif.

Persahabatan bukan sekadar kenyamanan emosional, tapi juga sumber makna dalam hidup—terutama saat lansia tidak lagi bekerja secara aktif.

Sahabat Lansia, betapa pentingnya sebuah hubungan sosial, terlebih di usia lanjut. Meskipun jumlah teman berkurang seiring usia, kualitas pertemanan yang bermakna tetap dapat menjadi penopang kesehatan yang luar biasa. (*)

 

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.