Seorang psikolog sosial berusia 90 tahun yang telah menjadi psikoterapis selama 30 tahun, menemukan hal-hal mengejutkan tentang menjadi tua yang justru memberikan kebahagiaan dan kualitas hidup lebih baik.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, tak sedikit orang takut menjadi tua. Boleh jadi karena adanya stereotip yang tidak terbukti benar tentang menua. Belum lagi anggapan bahwa penuaan saat ini sama saja dengan yang dialami kakek-nenek dulu.
Namun, Katharine Esty, PhD, psikolog sosial berusia 90 tahun yang telah menjadi psikoterapis selama 30 tahun, menemukan hal-hal mengejutkan tentang menjadi tua yang justru memberikan kebahagiaan dan kualitas hidup lebih baik.
Penulis buku terlaris Eightysomethings: A Practical Guide to Letting Go, Aging Well, and Finding Unexpected Happiness ini telah mewawancarai 150 lansia 70—90 tahun. Dia juga melakukan banyak percakapan dengan orang-orang di komunitas pensiunan.
Berikut ini lima hal tak terduga tentang menua yang ia temukan seperti dilansir dari CNBC Make It (16/3/2025).
1 | Dunia medis modern membuat lansia bisa tetap aktif.
Perkembangan medis kini memungkinkan lansia mendapatkan perawatan yang membuat mereka tetap bisa bergerak dan aktif.
Pengobatan nyeri, operasi penggantian sendi, seperti lutut atau pinggul, alat bantu dengar yang efektif, serta prosedur pengangkatan katarak, adalah beberapa contoh kemajuan yang membuat kualitas hidup lansia lebih baik.
Usia harapan hidup kita juga lebih panjang dan kualitas hidup kita jauh lebih baik dibandingkan generasi orangtua atau kakek-nenek kita dulu.
2 | Lansia bisa terus belajar dan berkembang.
Siapa bilang lansia tidak bisa belajar hal baru? Itu cuma mitos!
Kini diketahui otak memiliki kemampuan untuk tumbuh dan mengatur ulang jaringan sarafnya yang disebut neuroplastisitas. Otak kita dapat terus berkembang dan pulih seiring berjalannya waktu.
Jadi, meskipun membutuhkan waktu lebih lama daripada orang yang lebih muda, lansia dapat terus belajar.
Cobalah kegiatan baru, seperti belajar bahasa asing, mengikuti kelas tari, atau belajar alat musik. Terlibat dalam kegiatan baru sangat bermanfaat untuk kesehatan otak dan ketajaman pikiran.
3 | Rasa syukur dan kepuasan hidup meningkat.
Banyak lansia cenderung melihat sisi baik dari hidup dan dengan sadar memilih untuk tetap berpikir positif. Inilah keunikan dari proses menua.
Meskipun lansia kehilangan orang-orang terkasih dan tubuh mereka tidak sekuat dulu, justru kesehatan mental dan rasa bahagia lansia sering kali meningkat.
Lansia jadi lebih mudah merasa bersyukur dan menerima keadaan. Kesadaran akan betapa berharganya waktu hidup membuat lansia tak ingin membuang waktu untuk mengeluh.
4 | Fokus pada saat ini.
Seiring bertambahnya usia, terutama di akhir usia 70-an dan 80-an, lansia jarang membuat rencana jangka panjang lebih dari satu setengah tahun ke depan.
Mereka lebih menikmati momen saat ini dan sudah berdamai dengan masa lalu tanpa banyak penyesalan.
Obrolan sehari-hari pun lebih banyak tentang hal-hal ringan, seperti olahraga dan acara TV, bukan lagi soal karier atau petualangan di masa lalu.
Lansia juga lebih menikmati kesenangan hidup yang sederhana, seperti minum kopi bersama teman dan berjalan-jalan santai.
5 | Hubungan sosial adalah sumber kebahagiaan terbesar.
Di usia muda, banyak orang sibuk mengejar karier dan materi. Namun, di masa tua, yang paling berharga adalah waktu bersama keluarga, pasangan, cucu, dan teman-teman.

Beberapa lansia bahkan menemukan pasangan baru. Yang mengejutkan, teman-teman justru menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia. Kebersamaan ini menjadi sumber kebahagiaan yang sangat berarti. (*)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




