LANSIA BAHAGIA, INDONESIA SEJAHTERA

LANSIA BAHAGIA, INDONESIA SEJAHTERA

Lanjut usia bahagia dan sejahtera dapat tercapai dengan memiliki pola hidup sehat dan spritual yang sehat. Selain beberapa faktor lain yang menentukan.

Tanggal 29 Mei oleh Pemerintah Indonesia selalu diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). Pada tahun 2025 ini, tema yang diangkat adalah Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera. HLUN dicanangkan pertama kali secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 29 Mei 1996 di Semarang, Jawa Tengah. HLUN merupakan hari dimana Republik Indonesia ingin mengapresiasi para lanjut usia Indonesia dalam kiprahnya mempertahankan kemerdekaan, mengisi pembangunan dan memajukan bangsa. Hal ini tercetus atas peran Dr. KRT. Radjiman Widyodiningrat yang memimpin sidang BPUPKI (Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tangal 29 Mei 1945, sebagai anggota paling sepuh (tertua), yang dengan kearifannya mencetuskan gagasan perlunya dasar filosofis negara Indonesia.

Pada tahun ini perayaan HLUN diselenggarakn di Jember, Jawa Timur. Pemilihan kota Jember, Jawa Timur didasari alasan bahwa daerah ini mempunyai cakupan layanan sosial lansia yang tertinggi secara nasional. Kemensos juga akan menggelar Bakti Sosial Lansia secara serentak di berbagai daerah. Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan 31 Sentra/ Sentra Terpadu di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Kemensos.

BAKTI SOSIAL UNTUK 1.400 LANSIA

Pada Bakti Sosial Lansia tersebut, ada enam jenis layanan sosial akan diberikan kepada ribuan lansia penerima manfaat di seluruh Indonesia. Layanan itu mencakup operasi katarak bagi 1.400 lansia di 32 kabupaten/kota, penyaluran bantuan ATENSI berupa alat bantu dengar, kursi roda, dan kacamata baca untuk 6.269 lansia di 93 kabupaten/kota, serta layanan hak sipil seperti pembuatan KTP, KK, dan sidang isbat nikah bagi 500 lansia di 31 kabupaten/kota.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, Indonesia saat ini memasuki era populasi menua, dengan jumlah penduduk lansia (usia 60 tahun ke atas) mendekati 30 juta jiwa. Angka tersebut setara lebih dari 10 persen total populasi nasional. Dari segi rasio gender, 55 persen lansia adalah perempuan dan 45 persen laki-laki. Nah, untuk itu tidak salah bila pemerintah Indonesia memberikan perhatian pada lansia. Dan, mengutamakan kebahagiaan lansia pada peringatan HLUN tahun ini.

LIMA FAKTOR PENENTU LANSIA SEHAT DAN BAHAGIA

Untuk mendukung kebahagiaan lansia ada 8 faktor yang baiknya menjadi perhatian.

1.Kesehatan fisik yang baik.

Lansia yang sehat cenderung lebih bahagia karena mereka dapat menikmati kegiatan sehari-hari tanpa batasan fisik.

2. Kesehatan mental yang baik.

Lansia yang bahagia memiliki pikiran yang jernih, mampu menghadapi tantangan, dan memiliki rasa optimis terhadap hidup.

3. Memiliki hubungan sosial yang baik.

Lansia yang memiliki hubungan baik dengan keluarga, teman, dan komunitas cenderung lebih bahagia karena mereka tidak merasa kesepian dan memiliki dukungan sosial.

4. Memiliki kegiatan yang bermakna.

Lansia yang terlibat dalam kegiatan yang mereka sukai, seperti hobi, belajar, atau volunteer, cenderung lebih bahagia karena mereka merasa berguna dan memiliki tujuan hidup.

5. Memiliki kemandirian yang terjaga.

Lansia yang tetap mampu melakukan kegiatan sendiri dan tidak bergantung pada orang lain cenderung lebih bahagia karena mereka merasa memiliki kontrol atas hidup mereka.

6. Senantiasa bersyukur

Lansia yang mampu mensyukuri apa yang mereka miliki dan berterima kasih atas rahmat yang mereka dapatkan cenderung lebih bahagia.

7. Memiliki pola hidup sehat.

Lansia yang menjaga pola makan yang seimbang, rutin berolahraga, dan cukup istirahat cenderung lebih sehat dan bahagia.

8. Memiliki spiritualitas yang kuat.

Lansia yang memiliki keimanan yang kuat dan menjalani ibadah dengan baik cenderung lebih tenang dan bahagia.

Sumber:

  • Kemensos.go.id
  • hellosehat.com

 

Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.