Menua dengan sehat bukan hanya soal mengonsumi makanan bergizi dan rutin berolahraga. Menua dengan sehat juga mencakup bagaimana kita merawat kesehatan mental dan menjalin hubungan sosial yang bermakna.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, menua adalah bagian alami dari kehidupan yang tak bisa kita hindari. Kita semua tentunya ingin menua dengan sehat. Seperti apa? Simak kata pakar tentang menua dengan sehat.
Tiga Aspek Penting
Menurut Dr. Parul Goyal, dokter spesialis geriatri dari Vanderbilt Health, menua dengan sehat terdiri dari tiga aspek, yaitu: kesehatan fisik, koneksi emosional, dan dukungan mental.
Ketiga aspek ini saling melengkapi untuk membantu kita menjalani kehidupan dengan penuh semangat, bermakna, dan memuaskan.
Jadi, bukan hanya tubuh (fisik) yang dijaga, tetapi juga pikiran dan perasaan harus pula diperhatikan untuk menua dengan sehat.
Theresa A. Allison sependapat, menua dengan sehat lebih dari sekadar sehat secara fisik. Menua dengan sehat juga berarti menjalani hidup yang bermakna.
“Ada orang dengan tekanan darah dan pola olahraga yang sempurna tetapi tetap menderita, ada pula yang hidup dengan baik meski menggunakan kursi roda,” papar dokter geriatri dan profesor kedokteran di University of California, San Francisco ini.
Untuk itu, dukungan sosial dan keterlibatan dalam komunitas juga berperan penting.
Lebih dari Sekadar Panjang Umur
Dr. Michaela Robbins, DNP, pakar hormon dan penuaan sehat, menekankan bahwa menua dengan sehat bukan hanya soal umur panjang, tetapi juga seberapa baik kualitas hidup kita seiring bertambahnya usia.
Baginya, penuaan bukanlah sesuatu yang harus dilawan, melainkan diterima dengan semangat dan kasih sayang terhadap diri sendiri. Kehidupan yang panjang memang baik, tetapi kehidupan yang berkualitas jauh lebih berharga.
Pakar lain, seorang dokter yang fokus pada pengobatan darurat, Dr. Cristina Del Toro Badessa, menjelaskan, orang yang menua dengan sehat biasanya terlihat dari energi dan sikapnya.
“Mereka punya semangat untuk menikmati aktivitas sehari-hari, rasa ingin tahu untuk terus belajar, dan pandangan optimis tentang masa depan.”
Ciri-cirinya antara lain:
- Memiliki pola makan yang teratur dan bernutrisi.
- Rutin olahraga, termasuk latihan kekuatan, kelenturan, dan gerak fungsional.
- Tidurnya nyenyak dan berkualitas.
- Keseimbangan hormonnya baik.
- Mampu mengelola stres.
- Memiliki hubungan sosial yang positif.
Peran Genetik Tidak Sebesar yang Dibayangkan
Banyak orang mengira, gen adalah penentu utama dalam proses penuaan. Namun, menurut Dr. Badessa, faktor genetik hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan proses.
“Penelitian menunjukkan, gen hanya menyumbang sekitar 20—30 persen saja dalam proses penuaan. Sisanya ditentukan oleh gaya hidup dan lingkungan,” jelasnya.
Itu berarti, kebiasaan sehari-hari, seperti pola makan, aktivitas fisik, tidur, cara mengelola stres, serta apakah kita merokok atau minum alkohol, sangat memengaruhi bagaimana kita menua.

Sahabat Lansia, menua dengan sehat bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang bagaimana kita merawat jiwa dan membangun hubungan.
Penuaan tidak harus berarti penurunan. Penuaan bisa menjadi babak baru yang diisi dengan kebijaksanaan, kehangatan, dan rasa syukur. (*)
Sumber:
AARP (14/12/2023)
Huffpost (14/12/2023)
Real Simple (21/5/2025)
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




