Strategi MANAJEMEN OSTEOPOROSIS pada Penderita Lupus

Strategi MANAJEMEN OSTEOPOROSIS pada Penderita Lupus

Pada dasarnya tak ada perbedaan yang berarti bagi penderita lupus maupun bukan. Berikut ini 6 hal yang perlu dilakukan penderita lupus untuk mencegah dan mengatasi osteoporosis.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, pada dasarnya tak ada perbedaan yang berarti bagi orang dengan lupus maupun mereka yang tidak menderita lupus dalam strategi pencegahan dan pengobatan osteoporosis.

 

1 | Nutrisi yang baik.

Kalsium dan vitamin D sangat penting untuk kesehatan tulang.

Kita dapat memperoleh asupan kalsium dengan mengonsumsi makanan sehat dan seimbang.

Sumber kalsium yang baik meliputi produk susu, sayuran berdaun hijau tua, serta makanan dan minuman yang diperkaya kalsium.

Selain itu, suplemen dapat membantu memastikan kebutuhan kalsium terpenuhi setiap hari.

Vitamin D berperan penting dalam penyerapan kalsium dan kesehatan tulang. Vitamin D disintesis di kulit melalui paparan sinar matahari.

Namun, pada sebagian penderita lupus, paparan sinar matahari dapat memicu flare.

Bicarakan dengan dokter tentang kemungkinan suplemen vitamin D untuk memastikan asupan hariannya mencukupi.

 

2 | Latihan/Olahraga

Tulang, seperti halnya otot, adalah jaringan hidup yang merespons latihan dengan menjadi lebih kuat.

Latihan terbaik untuk tulang adalah latihan menahan beban yang memaksa tubuh melawan gravitasi. Beberapa contohnya termasuk berjalan, menaiki tangga, mengangkat beban, dan menari.

Olahraga dapat menjadi tantangan bagi penderita lupus dengan nyeri sendi dan peradangan, nyeri otot, dan kelelahan. Kendati demikian, tetaplah berolahraga.

Bagamanapun, olahraga teratur dapat membantu mencegah keropos tulang, serta memberikan banyak manfaat kesehatan lainnya.

 

3 | Berhenti merokok.

Merokok berdampak buruk bukan hanya pada jantung dan paru-paru, tetapi juga tulang.

Wanita yang merokok cenderung mengalami menopause lebih awal, sehingga memicu pengeroposan tulang lebih dini.

Selain itu, perokok mungkin menyerap lebih sedikit kalsium dari makanannya.

 

4 | Minum alkohol secukupnya.

Alkohol juga berdampak negatif pada kesehatan tulang.

Mereka yang minum alkohol dalam jumlah banyak, lebih rentan terhadap pengeroposan tulang dan patah tulang, baik karena gizi buruk maupun peningkatan risiko terjatuh.

 

5 | Melakukan tes kepadatan tulang.

Tes kepadatan mineral tulang (BMD = bone mineral density) dapat mendeteksi osteoporosis sebelum patah tulang terjadi.

Tes ini juga dapat membantu memprediksi kemungkinan patah tulang di masa mendatang.

Bicarakan dengan dokter tentang melakukan tes ini secara teratur, terutama bagi penderita lupus yang mengonsumsi steroid selama dua bulan atau lebih.

 

6 | Obat-obatan yang mencegah dan mengobati osteoporosis.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) telah menyetujui sejumlah obat untuk pencegahan dan/atau pengobatan osteoporosis pada wanita pascamenopause. Bicarakan dengan dokter.

 

 

 
Sumber:
Lupus Foundation of America

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.