Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua terbanyak di dunia. Sekitar 50% penderita tidak menyadari mengidap penyakit ini, karena pada tahap awal, glaukoma tidak menunjukkan gejala apa pun.
Dunialansia.com – Sahabat Lansia, minggu ini kita memasuki World Glaucoma Week atau Pekan Glaukoma Sedunia, tepatnya 10—16 Maret 2024. Seiring dengan itu, kita juga memperingati World Glaucoma Day atau Hari Glaukoma Sedunia pada 12 Maret 2024.
Diperkirakan sekitar 80 juta orang menderita glaukoma di seluruh dunia. Sekitar 50% penderita glaukoma tidak menyadari mengidap penyakit tersebut. Ini karena pada tahap awal, glaukoma tidak menunjukkan gejala apa pun.
Jika tidak diobati, glaukoma bisa berkembang menjadi kebutaan. Glaukoma merupakan penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah. Pemeriksaan berkala memungkinkan diagnosis dini untuk mencegah kecacatan penglihatan.
SEJARAH PEKAN GLAUKOMA SEDUNIA
Pekan Glaukoma Dunia dimulai pada 2020 oleh Asosiasi Glaukoma Dunia. Acara tahunan ini berfungsi sebagai cara untuk mengedukasi masyarakat di seluruh dunia tentang glaukoma, yang merupakan penyebab kebutaan kedua terbanyak di dunia.
Inisiatif global ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat memahami penyebab, gejala, pengobatan, dan faktor risiko glaukoma. Selain itu, menyoroti pentingnya deteksi dini dan mendorong masyarakat untuk melakukan skrining setiap tahun dengan melakukan pemeriksaan mata komprehensif secara rutin.
Selama Pekan Glaukoma Sedunia, berbagai komunitas di seluruh dunia membantu meningkatkan kesadaran dengan menyelenggarakan lokakarya pendidikan, acara skrining glaukoma, kampanye di media sosial, acara olahraga, dan banyak lagi kegiatan lainnya.
BERSATU UNTUK DUNIA BEBAS GLAUKOMA
Tema Pekan Glaukoma Sedunia tahun ini adalah “Uniting for A Glaucoma-Free World” (Bersatu untuk Dunia Bebas Glaukoma). Fokusnya adalah menyatukan komunitas di seluruh dunia untuk berjuang bersama melawan kebutaan akibat glaukoma. (*)
Sumber:
World Glaucoma Week
All About Vision
Foto:
Freepik

Dibangun oleh sejumlah orang muda dan calon lansia. Melalui dunialansia.com, kami mengajak seluruh orang muda untuk peduli lansia, sekaligus mempersiapkan diri menjadi lansia yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Rajin, Taat).




