PRESBIOPIA: Gangguan Penglihatan Akibat Penuaan

PRESBIOPIA: Gangguan Penglihatan Akibat Penuaan

Presbiopia tak dapat dicegah karena merupakan perubahan normal pada mata seiring bertambahnya usia dan semakin lama dapat memburuk. Kabar baiknya, kondisi ini dapat diatasi dengan kacamata.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, seiring bertambahnya usia, banyak di antara kita mulai mengalami kesulitan melihat objek pada jarak dekat. Kondisi ini disebut presbiopia, yaitu gangguan penglihatan yang terjadi akibat proses penuaan.

Presbiopia menyebabkan mata kehilangan kemampuan untuk fokus pada objek dekat. Kondisi ini muncul secara perlahan seiring pertambahan usia, biasanya mulai terasa setelah usia 35 tahun. Artinya, hampir setiap orang akan mengalaminya, hanya saja tingkat keparahannya bisa berbeda-beda pada setiap individu.

Presbiopia tidak dapat dicegah karena merupakan bagian alami dari proses penuaan. Biasanya kondisi ini memburuk seiring pertambahan usia, kemudian cenderung stabil sekitar usia 65.

 

Perhatian bagi yang bekerja jarak dekat!

Bagi yang sering bekerja dengan komputer atau membaca dalam waktu lama, presbiopia bisa muncul lebih cepat. Untuk mengurangi ketegangan pada mata, istirahatlah selama 10 menit setiap 1—2 jam. Saat beristirahat, arahkan pandangan ke objek di jarak menengah atau jauh agar otot mata relaks kembali. Gunakan pencahayaan yang cukup terang saat membaca atau bekerja untuk membantu mata tetap fokus.

 

GEJALA MUNCUL BERTAHAP

Presbiopia berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. Gejala yang umum dirasakan antara lain:

  • Kesulitan membaca tulisan berhuruf kecil.
  • Tulisan tampak kabur pada jarak baca yang sebelumnya nyaman.
  • Perlu memegang bahan bacaan lebih jauh agar terlihat jelas.
  • Membutuhkan cahaya lebih terang untuk membaca.
  • Kesulitan melihat objek dekat saat malam hari, lelah, atau stres.
  • Mata terasa tidak nyaman, cepat lelah, atau mengantuk saat fokus pada objek dekat.
  • Kadang disertai sakit kepala akibat tegangan otot mata.

 

LENSA KOREKTIF, KACAMATA KHUSUS

Presbiopia dapat diatasi dengan lensa korektif. Kacamata adalah cara termudah untuk membantu penglihatan jarak dekat. Jenis kacamata ini—sering disebut kacamata baca atau kacamata plus—tersedia tanpa resep dokter.

Namun, kacamata baca yang dijual bebas memiliki ukuran koreksi standar dan belum tentu sesuai dengan kebutuhan setiap orang.

Beberapa orang memerlukan tingkat koreksi berbeda pada tiap mata, sehingga membutuhkan kacamata khusus yang diresepkan oleh dokter mata. Kacamata khusus/resep biasanya lebih nyaman karena dibuat dari bahan yang baik dan disesuaikan dengan kebutuhan fokus penggunanya.

Karena presbiopia dapat berubah seiring pertambahan usia, pemeriksaan mata dan pembaruan lensa secara berkala sangat disarankan agar penglihatan tetap optimal..

 

PERIKSA MATA SECARA BERKALA

Banyak orang tidak menyadari perubahan kecil pada penglihatannya atau menunda memeriksakan mata hingga masalah fokus benar-benar mengganggu kehidupan sehari-hari.

Pemeriksaan mata rutin penting untuk mendeteksi perubahan sejak dini. Selain itu, keluhan penglihatan tidak selalu disebabkan presbiopia. Kadang hal ini bisa menjadi tanda adanya penyakit lain, seperti diabetes, multiple sclerosis, atau gangguan pembuluh darah.

Sahabat Lansia, presbiopia memang bagian alami dari proses penuaan yang tak dapat dihindari. Namun, dengan mengenali gejalanya, melakukan pemeriksaan rutin, serta menggunakan kacamata atau lensa yang tepat, kita dapat menikmati aktivitas sehari-hari dengan nyaman dan jelas. (*)

 

Sumber:
Harvard Health
National Eye Institute

Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs web ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.