10 LANGKAH MENUJU UMUR PANJANG YANG SEHAT DAN BAHAGIA DI USIA 60-AN (1)

10 LANGKAH MENUJU UMUR PANJANG YANG SEHAT DAN BAHAGIA DI USIA 60-AN (1)

Usia 60-an, umumnya orang telah meninggalkan dunia kerja dan memasuki masa pensiun. Jadikan masa pensiun ini bukan tentang beristirahat, melainkan tentang mencapai kesehatan maksimal dan berupaya menuju umur panjang yang sehat dan bahagia.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, usia 60-an adalah dekade yang besar. Pada dekade ini, umumnya orang telah meninggalkan dunia kerja dan memasuki babak baru kehidupan, yaitu masa pensiun.

Sekarang kita punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri, sehingga bisa lebih fokus untuk menjadi sehat dan merasa sehat. Mari, jadikan masa pensiun ini bukan tentang beristirahat, melainkan tentang mencapai kesehatan maksimal dan berupaya menuju umur panjang yang sehat dan bahagia.

Berikut 10 hal yang dapat membantu lansia menuju umur panjang yang sehat dan bahagia.

1. MEMULAI HIDUP SEHAT

Memulai hidup sehat pada usia 60-an, mengapa tidak? Perubahan yang kita lakukan sekarang dapat secara signifikan meningkatkan kesehatan. Bahkan, dalam beberapa kasus, dapat memperbaiki beberapa kerusakan yang terjadi di masa muda.

Langkah-langkah sehat, seperti mengendalikan berat badan, mengonsumsi banyak buah dan sayuran, berolahraga setidaknya dua setengah jam seminggu, dan tidak merokok, dapat meningkatkan kesehatan dan umur panjang pada usia berapa pun.

2. MENYEDIAKAN WAKTU UNTUK MENGASAH OTAK

Otak menyukai masalah. Otak akan berkembang dengan baik jika ada sesuatu yang harus dipikirkan atau dipecahkan. Otak juga akan menjadi lebih sehat jika ditantang untuk mempelajari hal-hal baru.

Para ahli kesehatan otak pernah meyakini bahwa otak akan berhenti membuat koneksi neuron baru seiring bertambahnya usia. Ternyata, hal itu tidak benar. Otak tetap gesit serta mampu melakukan perubahan dan pertumbuhan fisik sepanjang hidup.

Penelitian menunjukkan, orang yang melakukan hobi baru atau mengambil langkah untuk keluar dari zona nyaman mental mereka, akan tetap awet muda secara mental dan fisik dibandingkan dengan usia mereka.

Jadi, cobalah untuk tidak terjebak dalam rutinitas fisik atau mental. Ubah rutinitas harian, berolahragalah sesekali, dan pertahankan otak tetap aktif dengan mempelajari keterampilan baru. Misalnya, belajar alat musik atau hobi, ikut kursus keterampilan, aktif dalam kegiatan keagamaan, atau menjadi sukarelawan di komunitas.

3. MERAWAT TUBUH

Jangan biarkan tubuh ikutan pensiun. Banyaknya waktu luang pada masa ini agar digunakan untuk berinvestasi dalam gaya hidup sehat yang mencakup pola makan sehat, aktivitas fisik, dan masih banyak lagi.

Jangan berpikir bahwa sudah terlambat untuk menurunkan berat badan atau mulai berolahraga. Meski metabolisme melambat seiring bertambahnya usia, bukan berarti lansia tidak bisa mencapai atau mempertahankan berat badan yang sehat.

Bukan berarti pula lansia tidak dapat memperoleh manfaat dari aktivitas fisik atau olahraga. Ada banyak bukti bahwa orang dapat terus membangun massa otot berapa pun usianya.

Sebuah meta-analisis dari 39 studi yang meneliti tentang penuaan dan latihan ketahanan (misalnya, angkat beban) mengungkapkan bahwa lebih dari 1.300 orang dewasa di atas 50 tahun yang melakukan beberapa bentuk latihan semacam ini, massa ototnya meningkat rata-rata hampir 2,5 pon hanya dalam lima bulan.

4. TETAP POSITIF

Bagaimana perasaan orang tentang bertambahnya usia dapat berdampak signifikan pada cara mereka menjalani hidup dan bahkan pada berapa lama mereka hidup.

Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 70 ribu orang, pandangan optimis secara langsung berkaitan dengan peningkatan umur panjang sebesar 11—15% dan peluang hidup yang lebih besar hingga setidaknya 85 tahun.

Memiliki sikap positif memengaruhi cara tubuh menghadapi stres dan pengaruhnya terhadap perilaku. Jadi, ketika merasa tertekan atau gelisah tentang gagasan penuaan, luangkan waktu untuk memikirkan aspek positif dari tahap kehidupan ini, seperti memiliki lebih banyak waktu bagi pertumbuhan spiritual pribadi.

5. MEMPERTAHANKAN KEHIDUPAN SEKS

Seks adalah aspek penting dari kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan sepanjang hidup seseorang, termasuk pada usia 60-an dan seterusnya. Faktanya, gaya hidup aktif secara seksual berkaitan dengan penurunan kondisi medis tertentu.

Menurut North American Menopause Society, seks teratur sangat penting untuk kesehatan vagina setelah menopause, karena seks teratur akan menstimulasi aliran darah, membantu menjaga otot-otot vagina tetap kencang, serta menjaga kelenturan vagina.

Sebaliknya, studi (2010) dalam The American Journal of Cardiology menemukan, mereka yang berhubungan seks dua kali atau kurang dalam seminggu mempunyai peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Dalam penelitian lain, baik pria maupun wanita lansia yang melakukan hubungan seks rutin dengan pasangannya dilaporkan merasa lebih bahagia dan lebih puas dengan kehidupan secara umum daripada mereka yang tidak melakukan hubungan seks.

Studi yang sama menemukan, pasutri yang tidak rutin berhubungan seks sering kali berkaitan dengan masalah tertentu—bagi pria, fungsi seksual dan bagi wanita, hasrat. Kedua masalah ini sesungguhnya dapat diatasi. Bicarakan dengan dokter.

Berikutnya….

Sumber:
Verywell Health
Foto:
Freepik

 

 

Sahabat Lansia, situs dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.
Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.