TIPS AMAN MENGEMUDI BAGI LANSIA

TIPS AMAN MENGEMUDI BAGI LANSIA

Mengemudi membantu lansia tetap mobile dan mandiri. Masalahnya, risiko cedera atau kematian dalam kecelakaan lalu lintas meningkat seiring bertambahnya usia. Hal ini berkaitan dengan perubahan yang terjadi seiring bertambahnya usia.

Dunialansia.com – Sahabat Lansia, mengemudi membantu lansia tetap mobile dan mandiri. Masalahnya, risiko cedera atau kematian dalam kecelakaan lalu lintas meningkat seiring bertambahnya usia.

Hal ini berkaitan dengan perubahan yang terjadi seiring bertambahnya usia. Kondisi kesehatan umum lansia dan efek samping pengobatan dapat memengaruhi keterampilan mengemudi pada lansia.

Pertimbangkan tips berikut untuk membantu lansia agar dapat mengemudi dengan aman (dan nyaman).

# Aktif secara fisik akan membantu menjaga dan bahkan meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas lansia sehingga dapat membantu kemampuan lansia dalam mengemudi.

# Bicarakan dengan dokter jika lansia memiliki kekhawatiran tentang kesehatan dan caranya mengemudi. Jangan mengambil risiko mencelakakan diri sendiri atau orang lain.

# Pastikan untuk memeriksa peringatan apa pun pada obat yang dikonsumsi. Beberapa obat dengan jelas memberikan peringatan untuk tidak mengemudi setelah minum obat tersebut. Jangan mengemudi jika merasa pusing atau mengantuk.

# Perhatikan mobil yang akan dikendarai. Jika memungkinkan, kendarai mobil dengan transmisi otomatis, power steering, power brake. Mobil-mobil baru dilengkapi dengan kamera, yang memungkinkan pengemudi melihat dengan jelas apa yang ada di belakang mereka saat mereka mundur, sehingga parkir jadi lebih mudah. Beberapa mobil juga dilengkapi dengan sistem peringatan deteksi rintangan, yang akan memberi tahu pengemudi jika akan menabrak sesuatu.

# Jaga mata dan telinga.  Selalu kenakan kacamata atau lensa kontak jika lansia membutuhkannya untuk melihat dengan jelas. Begitu pun jika menggunakan alat bantu dengar, pastikan untuk memakainya saat mengemudi.

# Kenakan sabuk pengaman. Selalu kenakan sabuk pengaman dan pastikan penumpang juga mengenakan sabuk pengamannya. Selalu kencangkan sabuk pengaman sebelum menghidupkan mobil. Jika sabuk pengaman terasa tidak nyaman, sesuaikan dudukan bahu atau gunakan bantalan bahu yang dapat dipasang di atas sabuk.

# Hindari jam sibuk. Sedapat mungkin hindari area lalu lintas padat atau mengemudi pada jam sibuk. Lalu lintas pada jam sibuk dapat menimbulkan stres bagi semua pengemudi, terutama lansia. Cobalah untuk membatasi mengemudi hanya pada waktu-waktu ketika lalu lintas lebih sepi.

# Hindari mengemudi pada malam hari. Lansia, bahkan mereka yang memiliki penglihatan baik, dapat mengalami masalah penglihatan di malam hari. Kegelapan secara umum dan silau dari lampu depan membuat penglihatan menjadi lebih sulit.

# Rencanakan rute perjalanan. Berkendaralah di jalan yang memang lansia  tahu dan temukan jalan yang memerlukan sedikit atau tanpa belokan. Pilih rute yang menghindari jalan raya berkecepatan tinggi atau jalan bebas hambatan. Jika harus berkendara di jalan raya yang bergerak cepat, berkendaralah di jalur kiri, dimana lalu lintas bergerak lebih lambat.

# Jaga jarak aman. Pastikan selalu ada jarak yang cukup antara mobil lansia dan mobil di depannya.  Selain itu, jaga pula jarak aman dari lalu lintas di belakang. Mulailah mengerem lebih awal ketika lansia perlu berhenti.

# Batasi gangguan. Mendengarkan musik atau buku audio atau bahkan mengobrol dengan penumpang dapat mengalihkan perhatian beberapa lansia pengemudi. Jadi, hindari menyetel radio/musik dan mengobrol selama lansia mengemudi.

Makan dan minum saat mengemudi juga dapat membuat perhatian lansia teralih. Jika lansia memang harus makan atau minum, berhentilah di tempat yang aman seperti tempat parkir dan habiskan semua makanan/minuman sebelum kembali mengemudi.

# Matikan ponsel. Berbicara atau membalas/mengirim SMS/WA saat mengemudi sudah pasti akan mengalihkan perhatian lansia dari jalan raya dan kendaraan lain. Biarkan ponsel dalam keadaan senyap dan jangan menjawabnya saat sedang mengemudi.

# Bantuan navigasi. Menurut penelitian, sistem GPS belokan demi belokan membuat lansia merasa lebih aman, lebih percaya diri, dan lebih santai saat mengemudi. Namun, beberapa sistem ini mungkin mengganggu dan sulit digunakan. Pastikan untuk memilih salah satu yang mudah digunakan. Gunakan handsfree dan aktivasi suara bila memungkinkan.

# Tidak mengonsumsi alkohol. Seiring bertambahnya usia, kemampuan lansia  memproses alkohol dapat berubah. Bahkan satu koktail atau segelas anggur atau bir dapat membuat lansia pengemudi menjadi tidak aman di jalan.

# Hindari mengemudi saat stres atau lelah. Parkir mobil dan beristirahatlah. Mengemudi saat lansia tidak dalam kondisi terbaik bisa berbahaya.

# Hindari mengemudi dalam cuaca buruk. Hujan angin atau hujan badai dapat menyulitkan siapa pun untuk mengemudi. Sebaiknya menunggu hingga cuaca membaik atau gunakan transportasi umum, seperti taksi.

# Gunakan pencair permukaan kaca jendela. Ini akan membantu menjaga jendela dan kaca depan tetap bersih. (*)

Sumber:
www.healthinaging.org
www.nia.nih.gov
Foto:
www.freepik.com

 

 

Sahabat Lansia, situs dunialansia.com bukan merupakan praktik konsultasi medis, diagnosis, ataupun pengobatan. Informasi di situs ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi atau saran medis profesional. Bila Sahabat Lansia memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu atau kebutuhan medis yang spesifik, konsultasikan dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan profesional.

 

Yuk, berbagi artikel ini agar manfaatnya dirasakan oleh banyak orang.